• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Radikalisme Masih Menjadi Tantangan Bangsa

Radikalisme Masih Menjadi Tantangan Bangsa

Selasa, 20 Februari 2024
in News
A A
Share on FacebookShare on Twitter

PALANGKA RAYA – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Tengah (Kalteng) Prof Khairil Anwar mengungkapkan, berdasarkan hasil sejumlah survei yang dilakukan, radikalisme masih menjadi tantangan pembangunan bangsa. Hal itu disebabkan masih masih berkembangnya paham ekstrim (Radikalisme) di kalangan pemuda.

“Paham ekstrim kiri maupun kanan, masih berkembang. Kemudian paham intoleransi yang mengklaim kebenaran mutlak masih terjadi. Bahkan menurut berbagai hasil survei, akhir-akhir ini paham intoleransi lebih meningkat dibandingkan radikalisme dan ektrimisme,” tegas Khairil Anwar, ketika menjadi narasumber dalam kegiatan pembinaan paham keagamaan, kemarin.

Baca juga berita lainnya

Agustiar Sabran Pimpin PB Percasi

Operasi Tambang Ilegal Usai Izin Dicabut, Kejagung Tetapkan Owner PT. AKT Sebagai Tersangka

Kunjungi Rutan Palangka Raya, DPR RI Soroti Overkapasitas dan Keterbatasan SDM

Pendangkalan Sungai Mentaya Jadi Perhatian, Komisi V DPR RI Akan Koordinasi dengan Kementerian

Hal yang masih memengaruhi berkembangnya paham radikalisme, jelas Khairil, turut ditunjang masih adanya pandangan, sikap, dan gerakan yang menolak ideologi Pancasila. Era revolusi industri 4.0 semakin mempercepat tsunami informasi hoaks, ujaran kebencian, dan post-truth (pasca kebenaran), dan masih adanya paham yang dinilai sesat dan menyesatkan.
Diungkapkan, ada beberapa hasil survei penelitian tentang intoleransi dan radikalisme di kalangan pemuda dalam 10 tahun terakhir. Hasil temuan Lembaga Kajian Islam Perdamaian (LaKIP) pada tahun 2011, dari 100 sekolah tingkat SMP dan SMA Umum di daerah Ibukota terdapat 48,9 persen menyatakan setuju aksi-aksi kekerasan bernuansa keagamaan.

“Hasil temuan SETARA Institut menunjukkan bahwa  terjadi pelanggaran kebebasan beragama di tahun 2014 ada 134 peristiwa, di tahun 2015 ada 197, dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 203 peristiwa,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya. hasil survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, tahun 2017, menemukan ada 34, persen responden yang terdiri dari anak muda setuju bahwa jihad adalah gerakan melawan non-Muslim. Hasil Alvara Reasarch Center (2017), menunjukkan 18,4 persen pelajar setuju khilafah. 17,4 persen mahasiswa setuju khilafah. Dan 23 persen mahasiswa setuju berjihad untuk khilafah.

Hasil survei PPIM UIN Jakarta (2018) menyatakan bahwa 58,5 persen siswa/mahasiswa memilih pandangan radikal. Dan, 46,09 persen guru/dosen memiliki pandangan radikal. Hasil penelitian BNPT (2018) menunjukkan bahwa 19,5 persen milenial Indonesia lebih setuju negara khilafah.

“Hasil survei Wahid Institut (2020) menggambarkan bahwa sikap intoleransi di Indonesia cenderung meningkat dari 46 persen hingga sekarang menjadi 54 persen. Kecenderungan meningkat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya, kontestasi politik, ceramah yang bermuatan ujaran kebencian, dan unggahan bermuatan ujaran kebencian di media sosial,” katanya.

Untuk Kalteng, jelasnya, masih memiliki tantangan dengan potensi timbulnya radikalisme atau intoleransi masih menjadi fenomena di tengah masyarakat. Karena pada bulan Juni 2019, pernah Satgas Densus 88 menangkap sekitar 15 orang di Panarung Palangka Raya dan 15 orang di Gunung Mas yang terpapar radikalisme lewat pertemanan di Facebook.

Kemudian penangkapan MS terduka radikalis-teroris (MS) di salah satu hotel di Palangka Raya Desember 2021. Kedua kasus penangkapan tersebut diduga terpapar paham radikal dari Jamaah Ansharud Daulah (JAD), organisasi transnasional.

Potensi timbulnya paham menyimpang seperti Ahmadiyah, Syi’ah, Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara, sebagai penerus Al-Qiyadah Islamiyah, yang menyatakan sebagai Nabi). Munculnya maqam-maqam  yang bisa berpindah dan dikeramatkan, seperti yang terjadi di Kabupaten Kapuas.

“Timbulnya paham-paham yang sesat atau menyimpang dari Islam rahmatan lil’alamin (ahlussunnah waljamaah). Penyebabnya antara lain lemahnya paham akidah masyarakat dan tidak sampainya syiar Islam kepada masyarakat yang terpencil,” tegasnya.

Menurutnya, ada orang yang mengaku tokoh atau “ustadz” atau “guru besar” sedangkan wawasan ilmu keagamaan dan pengamalannya masih diragukan. Ada guru yang mengajarkan Kitab Barencong yang tidak jelas sanad keilmuannya dan tidak jelas juga sumber kitabnya.

Dikatakan, Kalteng adalah miniatur Indonesia. Kalteng dikenal sebagai Bumi Tambun Bungai dan Bumi Pancasila. Masyarakatnya multikultural, terdiri dari beragam agama, suku, etnis, budaya, tradisi, dan bahasa. Kebhinnekaan, keberagaman dan perbedaan tersebut adalah satu keniscayaan yang diciptakan oleh Tuhan YME.

“Sangat penting dalam pencegahan paham radikalisme melalui peran keluarga dalam pembinaan keagamaan. Orang tua menyayangi anak-anaknya, dan anak-anak menghormati orang tuanya,” ungkapnya.

Kemudian, orang tua menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Orang tua  bermusyawarah dengan anak-anaknya terkait masalah-masalah penting. Meningkatkan rasa kebangsaan dengan mengibarkan bendera merah putih di depan rumahnya selama bulan Agustus, dan mencintai produk UMKM (daerah atau dalam negeri).

(rls/matakalteng)

Share2Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

10.000 Pohon untuk Pengunjung SCBD Weekland

Next Post

Hari Ini, Ormas Adat Akan Kembali Kepung Polres Kotim

Berita Terkait

News

Agustiar Sabran Pimpin PB Percasi

Sabtu, 11 April 2026
News

Operasi Tambang Ilegal Usai Izin Dicabut, Kejagung Tetapkan Owner PT. AKT Sebagai Tersangka

Senin, 30 Maret 2026
News

Kunjungi Rutan Palangka Raya, DPR RI Soroti Overkapasitas dan Keterbatasan SDM

Jumat, 27 Maret 2026
Kotawaringin Timur

Pendangkalan Sungai Mentaya Jadi Perhatian, Komisi V DPR RI Akan Koordinasi dengan Kementerian

Senin, 16 Maret 2026
Kotawaringin Timur

Pastikan Layanan Mudik Sesuai Standar, Komisi V DPR RI Tinjau Pelabuhan, Bandara dan Terminal di Kotim

Senin, 16 Maret 2026
News

Berbagi Berkah Ramadan, Citimall Sampit Ajak 50 Anak Yatim Ngabuburit Wisata ke Mall

Jumat, 13 Maret 2026
Load More
Next Post

Hari Ini, Ormas Adat Akan Kembali Kepung Polres Kotim

Media Gathering: Kolaborasi Harmonis OJK dan Media Membangun Negeri di Provinsi Bali

Meningkatkan Minat Belajar Anak-anak Melalui Sekolah Rakyat Kalteng

QRIS Meningkat di Kalteng: Peluang Bagi UMKM dan Tantangan bagi Perbankan Konvensional

Mengoptimalkan Potensi Pertanian, Wagub Kuker ke Provinsi Lampung

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK