BANJARMASIN – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) terus tumbuh dan memperkuat jejaring anggota dari lintas organisasi hingga mencapai wilayah 260 Kota/Kabupaten seluruh Indonesia. Tahun ini, Banjarmasin berkesempatan menjadi tuan rumah ICCF 2023 berlangsung sejak 18 hingga 20 Oktober 2023, mengangkat tema “Cangkurah Kayuh Baimbai”.
Giat ini mencakup berbagai kegiatan, seperti Creative Tour, Indonesia Creative Cities Conference (ICCC), dan Creative Workshop. Dalam ICCC, berbagai pembicara mengupas isu-isu terkait ekonomi kreatif, peran pemerintah, dan potensi pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah masing-masing.
Dalam kegiatan ini juga diisi oleh jajaran Hexa Helix Ekonomi Kreatif, yaitu Akademisi, Pengusaha / UMKM, Komunitas, Pemerintah Daerah dan Pusat, Media, serta Aggregator. Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki Chikara Satari, menekankan pentingnya kerjasama dalam mencapai tujuan bersama, dan bahwa ICCN harus mengkoordinasikan gerakannya untuk mendapatkan pengaruh yang lebih besar dalam rencana-rencana pembangunan di Indonesia.
“Dalam sesi Creative Communities, beberapa topik yang dibahas mencakup peran media dalam ekosistem ekonomi kreatif, pengembangan ekonomi kota sungai, dan konsep Waterfront City berbasis kearifan lokal,” terangnya.

Sementara pada hari terakhir, ada diskusi tentang strategi kedaulatan digital nasional dengan “Creative Attitude” dan sesi khusus IKN Nusantara, yang membahas aspirasi IKN dalam kota kreatif bersama Jejaring Kaltim. Dalam sesi ini, Drs. H. Alimuddin, M.Si. menjelaskan fungsi IKN sebagai Persiapan, Pembangunan, Pemindahan, dan Penyelenggaraan Pemerintahan.
Terpisah, Koordinator Daerah (Korda) ICCN Kalimantan Tengah (Kalteng) Wawan Setiawan menyampaikan bahwa kegiatan ICCN di Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) ini memiliki banyak manfaat, sebab dihadiri langsung oleh insan jejaring lintas komunitas seluruh Indonesia. Berbagai informasi tentang ekonomi kreatif, UMKM mandiri juga dihadirkan dalam gelaran tersebut.
“Saya dan bersama rekan-rekan belajar dan mendapat pengalaman menarik ketika kegiatan ini. Setiap daerah memiliki potensi dan ekosistem kreatif maupun budaya yang berkarakter sesuai daerahnya, sehingga menjadi sebuah pondasi bagi setiap daerah untuk maju dan berkembang. Jadi ilmu maupun bahan yang kita dapat dari kegiatan ini akan kita implementasikan di Kalteng nantinya,” demikiannya.
(raf/matakalteng.com)






















Discussion about this post