SAMPIT – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berlanjut, dalam waktu dekat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim akan menyelenggarakan agenda debat publik tahap pertama untuk seluruh pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kotim Tahun 2020.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim Siti Fathonah Purnaningsih mengatakan, karena penyelenggaraan ini di tengah pandemi Covid-19 sehingga ada ketentuan-ketentuan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Salah satunya yang hadir itu dibatasi agar tidak mengumpulkan orang banyak, yakni yang hadir hanya boleh petugas dari KPU Kotim lima orang, Paslon, Tim Sukses masing-masing Paslon empat orang dan terkahir petugas dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dua orang,” ujarnya, Selasa 17 November 2020.
Sehingga lanjutnya, debat publik ini tidak bisa seperti tahun-tahun sebelumnya dimana Paslon bisa membawa banyak pendukung. Ditambahkan oleh Muhammad Rifqy Nasrullah dari Devisi Hukum dan Pengawasan KPU Kotim, sesuai dengan ketentuan bagi daerah yang Paslonnya lebih dari tiga durasi waktunya 120 menit debat dan 30 menit iklan.
“Karena Kotim ada empat Paslon jadi kita memakai durasi waktu demikian, dimana bersihnya 120 menit ditambah dengan iklan menjadi 150 menit,” ungkapnya.
Lanjutnya, debat ini ada dua kali debat, dimana debat pertama disiarkan di tv lokal dan lokasinya di gedung serba guna Sampit. Sedangkan untuk debat kedua rencananya akan disiarkan di tv nasional pada tanggal 30 November 2020 mendatang dan masih dibicarakan lebih lanjut untuk teknisnya.
“Debat tahap pertama ini pada tanggal 23 November 2020 pukul 19.00 hingga 21.30 WIB dengan tema meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat dalam menyelesaikan persoalan daerah Kabupaten Kotim di masa pandemi Covid-19,” sebut Rifqy.
Lebih lanjut dijelaskannya, di tahap pertama ini akan di moderatori Jairi yang merupakan dosen FKIP-UPR, UM Palangkaraya dan Pasca Sarjana IAIN Palangkaraya.
Diketahui selain sebagai dosen Jairi juga merupakan wakil ketua PW Muhammadiyah Kalteng Tahun 2000-sekarang, wakil rektor bidang akademik UM Palangkaraya tahun 2002-2006, rektok UM Palangakaraya tahun 2006-2010, anggita dewan riset daerah Kalteng tahun 2009-2011, ketua PKBI daerah Kalteng tahun 2010-2018, wakil ketua koalisi kependudukan wilayah Kalteng tahun 2012-sekarang, ketua BPH RSI-PKU Muhammadiyah Palangkaraya tahun 2013-2016, wakil direktur RSI-PKU Muhammadiyah Palangkaraya tahun 2016-sekarang dan terakhir ketua komisi pengkajian dan penelitian MUI Kalteng tahun 2018-2023.
Selain menjadi moderator diketahui Jairi juga menjadi tim panelis yang mengkaji materi debat nantinya bersama dua panelis lainnya yakni Farid Zaky Yopiannor selaku akademisi FISIPOL UM Palangkaraya. Yang juga Dosen Tetap Yayasan (DTY) FISIPOL UM Palangkaraya, Peneliti Institute of Regional Development & Political Studies Indonesia, Peneliti Center for Banjarese Cultural Studiea (PKKB) Kalimantan Selatan, Peneliti Banua Meter Political Consulting Kalimantan Selatan dan terakhir Ketua Pusat Kajian Politik & Kebijakan Publik FISIPOL UM Palangkaraya.
Serta panelis terakhir yakni Desi Erawati selaku dosen fakultas Ushuluddin, adab dan dakwah IAIN Palangakaraya. Dan juga Desi merupakan Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Palangka Raya 2004-sekarang, Dosen Pascasarjana IAIN Palangka Raya 2013-sekarang, Kapuslitbit IAIN Palangka Raya 2015-2019, Editor In Chief JSAM IAIN Palangka Raya 2016-sekarang dan terakhir sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Palangka Raya 2019-2023.
“Jadi ada tiga panelis yang salah satunya yakni Jairi langsung menjadi moderator. Nanti masing-masing Paslon diberi kesempatan yang sama. Ada pemaparan visi misi, penggalian lebih dalam terhadap visi misi, pertanyaan antar Paslon terhadap Paslon lain serta pertanyaan dari masyarakat,” ujarnya.
Disebutkannya, saat ini pertanyaan masih dirumuskan oleh tim perumusnya, yaitu panelis. Jadi tim panelis inilah yang mengkaji materi denat dan nanti akan di koordinasikan ke KPU. Kemudian KPU akan menyampaikan ke Paslon bagaimana teknis debat nantinya. “Jadi saat ini masih dalam tahap penggodokan materi tim panelis,” demikiannya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post