KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan akan menggelar penyelamatan ritus atau peninggalan budaya sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah pada masa lampau.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Kadisporaparbud) Seruyan, Rijali Hady menyampaikan, ada tujuh situs atau peninggalan budaya yang terdapat di Bumi Gawi Hatantiring ini yakni, dua huma betang, tiga sandung atau sapundu, satu pemukiman zaman bahula, dan satu balai patahu.
“Kegiatan yang akan kami gelar dalam waktu dekat ini bertujuan untuk memperbaharui data ritus atau peninggalan budaya. Kemudian, nantinya kami akan mencoba melihat apakah situs dan peninggalan budaya itu bisa dijadikan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata,” katanya, Jumat 2 Oktober 2020.
Sementara ini, tambahnya, satu situs atau peninggalan budaya sedang terancam yaitu, Meriam Pengantin yang ada di Kecamatan Danau Sembuluh, akibat banjir. Oleh sebab itu, ia menginstruksikan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) setempat untuk melakukan evakuasi sementara.
“Setidaknya di Kecamatan Danau Sembuluh ini memiliki dua situs yakni, Meriam Pengantin dan Teluk Kerangkang yang dijadikan makam oleh para pendiri kampung itu. Berdasar informasi yang kami himpun, banyak warga dari Desa Sembuluh maupun tetangga datang ke sana untuk berziarah,” tukasnya.
Diharapkan, giat penyelamatan ini didukung oleh segenap pihak supaya ke depan generasi penerus dapat melihat dan melestarikan warisan leluhurnya. Serta tidak luput, daerah mendapatkan nilai lebih dari situ sebagai sumber PAD.
(zen/matakalteng.com)






















Discussion about this post