SAMPIT – Calon Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Pasangan SUPER yakni Muhammad Arsyad mengatakan, dirinya sangat yakin maju menjadi kontestan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kotim 2020 ini sebagai pasangan Hj Suprianti Rambat. Pasalnya, menurutnya Hj Suprianti Rambat merupakan satu-satunya calon yang tidak memiliki beban masa lalu dalam pemerintahan.
“Saya katakan ibu Suprianti ini adalah satu-satunya calon yang bebas dari beban masa lalu. Yaitu persoalan-persoalan masa lalu yang kedepannya bisa menghambat jalannya pemerintahan,” sebutnya, Kamis 1 Oktober 2020.
Lanjutnya, kalaupun ada Suprianti ini adalah satu-satunya sosok yang paling minim beban masa lalunya. Dan beliau juga adalah pengusaha sukses, bukan cuma slogan yang disebutkan di media sosial namun memang benar nyatanya.
“Sudah sukses dilembaga swasta, dan akan kita buktikan bersama nantinya di lembaga pemerintahan. Sehingga ini dapat menjadikannya sebagai pemimpin yang ideal,” ujar Arsyad. Dikatakannya, kritikan-krtikan dari Anggota Dewan pun akan selalu pihaknya terima untuk memjadi gambaran pembangunan kedepannya.
“Dalam sebulan saya mendampingi Suprianti, menemukan dukungan luar biasa dari berbagai kalangan selalu hadir untuk Supriantri. Yang artinya respon masyarakat baik. Namun ada saja upaya-upaya yang dilakukan pihak lain untuk menghalangi kita yang tidak perlu saya sebutkan apa itu, bahkan upaya untuk mencegah langkah kita itu sudah dilakukan sejak kita baru menerima rekom dari partai,” ungkapnya. Maka dari itu, pihaknya sangat meminta bantuan kepada para Damang untuk saling menjaga Pilkada ini agar tidak ada kecurangan.
“Saya juga mendengar kabar dari masyarakat bahwa ada yang menyebut saya ini kacong karena saya lahir di daerah Selatan, saya tidak keberatan atas itu. Namun jika itu dijadikan alasan untuk tidak mendukung jangan sampai menjadikan keraguan. Karena ada isu yang mengatakan kami dari Kotim Super orang dari pulau jawa semua, padahal tidak. Hanya kebetulan saya lahirnya di daerah Selatan. Kalau untuk turunan saya asli orang Kotim,” ujarnya.
Sehingga menurutnya, jangan sampai menggunakan isu yang tidak seharusnya untuk menjatuhkan. Karena ini merupakan ajang demokrasi, bukan untuk saling menjatuhkan dengan serangan ujaran kebencian.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post