SAMPIT – Jasad seorang bocah SD yang tenggelam di sungai Mentaya, Desa Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
“Tadi pagi, sekitar pukul 07.45 WIB, korban tenggelam sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa,” kata Kapolsek Jaya Karya Ipda Doohan Octa Prasetya mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Selasa, 10 Maret 2020.
Pencarian tersebut dilakukan oleh Polsek Jaya Karya, Ditpolair Polda Kalteng, Basarnas Pos Sampit dibantu oleh warga setempat. Aktivitas ini sempat dihentikan lantaran hari sudah malam dan dilanjutkan pagi keesokan harinya.
Jala atau rengge dibentangkan disekitar lokasi dengan tujuan agar jasad korban tidak terseret oleh arus. Jasad bocah berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian. Setelah berhasil di evakuasi, jasad korban dibawa ke rumah duka untuk segera dikebumikan.
“Jasad korban ditemukan sekitar 15 meter dari TKP awal. Jasadnya sangkut di tiang gedung sarang walet milik warga setempat,” sebut Ipda Doohan Octa Prasetya.
Peristiwa ini berawal pada saat korban dan sejumlah temannya berenang ditepi sungai. Beberapa waktu kemudian, air sungai mulai pasang. Teman-teman korban lalu beranjak naik ke permukaan menuju lokasi yang lebih dalam.
Satu persatu dari mereka terjun ke di sungai. Layaknya anak pantai, mereka pandai berenang. Suasana suka ria berubah menjadi mencekam seketika korban terjun ke sungai. Korban langsung tenggelam.
Teman-temannya berusaha menolong namun gagal. Mereka lalu naik ke daratan dan melaporkan kejadian itu ke warga sekitar. Setelah itu barulah warga melapor ke aparat kepolisian setempat.
Kapolsek Jaya Karya mengimbau kepada seluruh warga agar selalu berhati-hati dan mengawal anak-anak saat bermain di dekat sungai agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
(shb/matakalteng.com)






















Discussion about this post