KUALA PEMBUANG – Kabupaten Seruyan merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pariwisata yang cukup potensial khususnya pantai, mengingat sebagian besar wilayahnya terutama di daerah dalam kota Kuala Pembuang terdiri dari wilayah pesisir.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan Zuli Eko Prasetyo menyebutkan, jika untuk saat ini memang ada beberapa kendala khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata yang ada di Bumi Gawi Hatantiring.
Yang pertama, dari segi keterbatasan anggaran yang dimiliki. Hal ini dikarenakan dari tahun ketahun angka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Seruyan tidak pernah jauh berbeda.
“APBD kita itukan tiap tahunnya segitu-gitu saja, yaitu sekitar satu koma triliun, sedangkan itu harus dipotong dengan belanja pegawai, terlebih dari segi belanja umum kita masih ada kewajiban untuk meningkatkan infrastruktur lainnya yang bahasanya lebih prioritas, sehingga sulit jika hanya mengandalkan APBD saja,” katanya, Selasa 15 Desember 2020.
Menurutnya, dirinya sendiri sudah ada melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Seruyan untuk membahasa masalah itu dan dirinya juga meminta kepada instansi terkait untuk lebih aktif dalam mengejar bantuan kucuran dana dari pemerintah pusat.
“Kemarin saya usulkan seperti itu, karena setiap tahunnya itu biasanya banyak program-program dari pemerintah pusat dalan pengembangan sektor pariwisata dan saya bilang kita bisa memanfaatkan hal itu. Cuman sedikit sulit karena memang instansi Disporaparbud ini masih terdiri dari banyak bidang, itu yang jadi kendala mereka, tapi tetap masih bisa dan akan terus diupayakan,” ungkapnya.
(gen/matakalteng.com)






















Discussion about this post