KUALA PEMBUANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Seruyan, Zuli Eko Prasetyo prihatin dengan adanya oknum anggota dewan inisial ET yang terlibat kasus narkoba.
“Saya prihatin dengan kejadian tersebut, kita percayakan saja kepada pihak kepolisian yang menangani kasus ET yang terlibat kasus narkoba,” kata Zuli Eko, Senin 1 Juni 2020.
Menurut Eko, kejadian ini sebagai pembelajaran bagi semua pihak, bukan hanya anggota dewan. Tapi juga seluruh masyarakat, karena seperti yang diketahui narkoba ini tidak akan menghasilkan keuntungan, yang akan didapat malah sebaliknya.
“Kita semua harus menghindari narkoba, jangan sampai berani mendekati bahkan mencoba barang haram tersebut, karena apabila kita sudah kecanduan dengan narkoba, maka akan sangat banyak sekali dampak yang akan terjadi, mulai dari keluarga, masyarakat, bahkan bagi diri kita sendiri,” jelas Eko.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menegaskan, para pejabat yang ada di lingkup Seruyan termasuk dari legislatif jangan sampai terlibat dalam kasus narkoba tersebut.
“Seharusnya kita sebagai pejabat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, dan melakukan hal-hal yang positif,” pesannya.
Lebih lanjut Eko menjelaskan, pihak nya dulu pernah mengusulkan untuk tes urine seluruh anggota DPRD Seruyan saat kunjungan Badan Narkotika Provinsi, namun karena adanya pandemi COVID-19, rencana itu batal. Tapi ke depan akan dijadwalkan kembali.
Eko menambahkan, sambil menunggu proses hukum, akan melakukan rapat internal, karena lembaga DPR punya alat kelengkapan dewan (AKD) yaitu badan kehormatan, kemudian pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak yang menangani kasus tersebut untuk mengetahui kejelasannya.
(vik/matakalteng.com)






















Discussion about this post