KUALA PEMBUANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan Bambang Yantoko mengatakan bahwa target Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah itu harus sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
“Jangan terlalu tinggi menetapkan target PAD,” katanya, Sabtu 28 Maret 2020.
Dari data yang ada, target PAD Seruyan pada tahun 2020 sebesar Rp226,924 miliar lebih. Mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp124 miliar.
Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar ini mengungkapkan, kenaikan target PAD tersebut dinilai terlalu tinggi dan tidak menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan, sehingga kedepan ditakutkan target tersebut tidak bisa dipenuhi.
“Itu terlalu berambisi dalam memasang target PAD, dengan kenaikan target yang sebanyak itu saya rasa tidak logis sama sekali, harus dievaluasi kedepannya, karena yang ditakutkan malah tidak tercapai,” ucapnya.
Penetapan itu menurutnya, pihak terkait tidak melihat situasi dan kondisi di lapangan yang sesungguhnya, yang mana mengandalkan dari sisi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Seharusnya peningkatan PAD itu sendiri bisa dilakukan secara bertahap dan realistis, pihaknya sendiri beberapa waktu lalu telah melakukan diskusi dengan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Seruyan berkenaan dengan masalah ini.
“Kita sudah sharing dengan BPPRD kemarin, agar ini dievaluasi ulang, artinya boleh kita memasang target yang sekian banyak namun harus dilihat betul-betul kondisi di lapangan. Artinya naiknya itu realistis sajalah, misalkan dari Rp110 miliar jadi Rp124 dan tercapai gitukan, kalau sampai kurang lebih Rp226 miliar ini saya rasa ketinggian,” ungkapnya.
(vic/matakalteng.com)






















Discussion about this post