PALANGKA RAYA – Anggota Komisi A DPRD Palangka Raya, Noorkhalis Ridha mengapresiasi para pelaku usaha yang sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin dalam upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.
“Betul sekali, hal ini perlu diapresiasi kepada pemilik rumah makan serta usaha kuliner yang sudah menerapkan physical distancing serta standar protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah,” Tuturnya, pada Minggu 5 Juli 2020.
Ridha juga memberikan contoh, seperti rumah makan di sekitaran Jalan Murjani, dimana pemilik usaha rumah makan tersebut sudah menerapkan standar protokol kesehatan yang cukup baik. Dimulai dengan menyediakan tempat cuci tangan, meja dan kursi dibuat berjarak lebih dari satu meter, menggunakan masker diarea makan dan hanya melepaskan masker jika para pembeli makan di lokasi rumah makan.
“Dapat kita lihat, makan dibatasi hanya untuk dua pengunjung dengan diberi tanda, kasir pembayarannya diberi pembatas antar pembeli, dan penjual pun disediakan hand sanitizer, dan juga selalu menggunakan masker,” tambahnya.
Menurut Ridha, standar protokol kesehatan yang seperti inilah yang dapat menjadi contoh bagi para pengusaha rumah makan lain di Kota Palangkaraya.
Dengan ketatnya penerapan protokol kesehatan secara disiplin, hal ini diyakini akan membantu pemerintah dalam mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Palangka Raya, sehingga masyarakat tak merasa khawatir berlebih lagi.
“Rumah makan, restoran, warung, cafe, dan sebagainya, sangat diharapkan mampu menerapkan standar protokol kesehatan yang telah dianjurkan. Sebab Siapa lagi yang bisa membantu kita disaat pandemi virus ini selain diri kita sendiri, dan kesadaran kita dalam menjaga satu sama lain, pemerintah pun tak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dari semua pihak,” Tambahnya.
Ridha menghimbau hal yang sangat penting saat ini jangan pernah sekalipun abai terhadap penerapan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan disiplin menerapkan protocol kesehatan maka roda perekonomian daerah bisa kembali pulih sebagaimana mestinya, karena sector inilah yang paling terdampak.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post