PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengeluarkan dua surat instruksi dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Kota Palangka Raya.
Kedua surat intruksi itu adalah, surat nomor 368/234/BPBD/Covid-19/VI/2020 tentang percepatan penanganan Covid-19 di area zona merah serta surat nomor 368/235/BPBD/Covid-19/VI/2020 tentang pelaksanaan wajib protokol kesehatan di wilayah Kota Cantik.
Disebutkan dalam surat tersebut bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Gugus Tugas Covid-19 akan melaksanakan rapid test massal dimulai tanggal 1-10 Juli mendatang pada sepuluh lokasi yang telah di tentukan.
Ketua DPRD Palangka Raya Sigit K Yunianto, tidak memungkiri, jika rapid test dilakukan, maka akan ada penolakan dari banyak warga. Dikarenakan kurangnya edukasi, sosialisasi serta informasi yang di terima warga tentang manfaat rapid test di masa Covid-19.
“Akan lebih baik jika sosialisasi dan edukasi dilakukan, hal ini diharapkan agar warga dapat lebih mengerti manfaaat dan tujuan rapid test dimasa Covid-19 seperti saat ini” ucap Sigit, Kamis 2 Juli 2020.
Sigit juga menambahkan jika saat ini cukup banyak warga yang berasumsi bahwa setiap orang yang positif Covid-19 akan menjalani hari yang rumit. Selain itu ada pula ketakutan masyarakat. jika nantinya dinyatakan positif Covid-19 karena rapid test. Hal penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya menjadi terhambat.
Tidak hanya itu, warga masih banyak yang berpikir jika terkena penyakit Covid-19, maka akan terbebani biaya pengobatan dan biaya lainnya.
“Hal seperti ini lah yang perlu dilakukan sosialisasi. Dengan pemberian informasi serta edukasi sehingga masyarakat mengerti dan paham,” Tutur Sigit.
Sigit juga menambahkan jika dalam konteks ini pemerintah diminta untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat secara persuasif. Sebab Mengingat pelaksanaan rapid test itu sangat dibutuhkan oleh seluruh pihak, agar dapat mendeteksi penyebaran Covid-19. Jika ada yang menolak, harus dicari cara agar test tetap bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya, dan tentu tidak melupakan humanis.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post