SAMPIT – Persoalan kelangkaan biosolar subsidi kembali menjadi perhatian DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya bagi masyarakat di wilayah utara yang dinilai belum memperoleh distribusi BBM secara merata.
Anggota Komisi II DPRD Kotim, Andi Lala, menilai kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pedalaman yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan sawit mandiri.
“Wilayah utara ini jangan hanya dianggap daerah pelengkap distribusi. Kebutuhan masyarakat di sana besar dan harus dipenuhi secara adil,” ucapnya, Jumat 29 Mei 2026.
Ia mengatakan selama ini masyarakat masih sering mengalami antrean panjang untuk mendapatkan biosolar subsidi. Bahkan tidak sedikit petani yang akhirnya pulang tanpa memperoleh BBM karena kuota cepat habis.
Menurutnya, kondisi itu terjadi karena jumlah fasilitas penyaluran di wilayah utara masih sangat terbatas dibanding luas wilayah dan tingginya kebutuhan masyarakat.
“Enam kecamatan hanya ditopang dua SPBU dan dua APMS. Sementara aktivitas angkutan hasil kebun masyarakat setiap hari bergantung pada solar. Ini jelas belum ideal,” katanya.
Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut meminta Pertamina tidak hanya berpedoman pada data administrasi dalam menentukan kuota, tetapi juga melihat langsung kondisi di lapangan agar distribusi lebih sesuai kebutuhan nyata masyarakat.
Ia menilai kelangkaan solar subsidi bukan lagi persoalan biasa karena berpengaruh terhadap pengangkutan hasil panen hingga pendapatan masyarakat pedalaman.
“Ketika solar sulit didapat, kendaraan pengangkut hasil panen ikut terhambat. Dampaknya tentu ekonomi masyarakat menurun karena distribusi hasil kebun tidak lancar,” tegasnya.
DPRD Kotim pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pola distribusi biosolar subsidi di wilayah utara agar masyarakat kecil tidak terus mengalami kesulitan memperoleh BBM bersubsidi.
Selain itu, Komisi II DPRD Kotim juga memasukkan usulan penambahan kuota biosolar subsidi dalam rekomendasi resmi hasil RDP sebagai bentuk dorongan agar kebutuhan petani di wilayah utara dapat terpenuhi lebih maksimal.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post