SAMPIT — Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, menyatakan dukungannya terhadap rencana pendaratan perdana pesawat berbadan besar Airbus A320 milik Super Air Jet di Bandara Haji Asan Sampit, yang dinilai mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Kotim. Dengan hadirnya pesawat berbadan besar, akses transportasi udara kita semakin terbuka dan pilihan masyarakat juga bertambah,” ujar Rimbun, Kamis 30 April 2026.
Menurutnya, kehadiran pesawat dengan kapasitas angkut yang lebih besar tidak hanya berdampak pada peningkatan jumlah penumpang, tetapi juga mempercepat distribusi barang yang selama ini menjadi tantangan di daerah.
“Tidak hanya penumpang, tetapi juga kargo. Ini akan mempercepat distribusi barang dan berpotensi menekan biaya logistik,” katanya.
Ia menilai, peningkatan mobilitas orang dan barang tersebut akan berdampak langsung pada sektor perdagangan, investasi, hingga jasa yang selama ini terus berkembang di Kotim.
Selain itu, Rimbun juga berharap masuknya maskapai dengan armada besar dapat menciptakan persaingan yang sehat, sehingga harga tiket pesawat bisa lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Kalau sudah ada kompetisi, biasanya harga akan lebih bersaing. Ini yang kita harapkan, supaya masyarakat bisa menikmati layanan transportasi udara dengan harga yang lebih terjangkau,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh pihak tetap memperhatikan aspek keselamatan, khususnya terkait kesiapan infrastruktur Bandara Haji Asan Sampit yang saat ini masih memiliki keterbatasan pada landasan pacu.
“Keselamatan tetap yang utama. Kita mendukung, tapi harus dipastikan semua aspek teknis benar-benar memenuhi standar,” tambahnya.
Ia pun optimistis, pendaratan perdana Airbus A320 ini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas Kotim dengan berbagai daerah di Indonesia.
“Ini momentum yang harus kita jaga bersama agar ke depan Kotim semakin maju dan terhubung dengan daerah lain,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post