SAMPIT – Arah pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke depan kembali ditegaskan melalui sejumlah isu strategis yang dinilai harus menjadi prioritas kebijakan daerah. Mulai dari perbaikan infrastruktur dasar, penanganan stunting dan kemiskinan, hingga penguatan sektor unggulan berbasis potensi lokal, menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan tahun anggaran 2027.
“Pokok-pokok Pikiran DPRD yang kami sampaikan hari ini adalah wujud nyata komitmen DPRD dalam menampung aspirasi, keluhan, dan harapan masyarakat hasil dari rangkaian reses yang telah dan sedang berjalan, serta peninjauan lapangan,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Akhyanoor dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Ranwal RKPD) Tahun Anggaran 2027, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD merupakan salah satu dokumen perencanaan pembangunan yang sah dan memiliki dasar hukum yang kuat, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
“Karena itu, Pokir DPRD tidak hanya bersifat aspiratif, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penyusunan arah kebijakan pembangunan daerah,”tegasnya.
Akhyanoor memaparkan, isu strategis pertama yang menjadi perhatian DPRD adalah peningkatan infrastruktur dasar. Hal ini mencakup perbaikan jalan, infrastruktur pertanian dan perkebunan, jalan lingkungan, serta sektor perikanan yang dinilai krusial dalam mendukung konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain infrastruktur, DPRD juga menaruh perhatian serius pada penanganan stunting dan kemiskinan. Menurutnya, diperlukan alokasi anggaran yang lebih berpihak pada pemberdayaan masyarakat serta penguatan layanan kesehatan dasar agar upaya penurunan angka stunting dan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Isu strategis lainnya adalah optimalisasi sektor unggulan daerah. DPRD mendorong penguatan kelembagaan masyarakat, pengembangan sektor pariwisata, koperasi, dan UMKM, serta optimalisasi potensi daerah secara berkelanjutan,”ujarnya.
Pengembangan sumber daya manusia, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi (IPTEKKOM), peningkatan kualitas lingkungan hidup, hingga mitigasi bencana juga menjadi bagian penting dari fokus pembangunan ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, DPRD berharap agar seluruh Pokir yang telah dirumuskan dapat diintegrasikan ke dalam sistem perencanaan pembangunan daerah melalui e-planning atau Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) secara tepat waktu dan tepat sasaran.
“Kami menekankan agar program-program yang diusulkan benar-benar berdampak pada kemaslahatan masyarakat banyak, khususnya warga Kabupaten Kotawaringin Timur,” tegasnya.
Melalui forum konsultasi publik ini, DPRD Kotawaringin Timur menegaskan perannya sebagai representasi suara masyarakat, sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan arah pembangunan daerah tahun 2027 berjalan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post