SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, menyoroti masih banyaknya persoalan dalam pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya di Rumah Sakit Parenggean.
Meski sudah beroperasi hampir sepuluh tahun, rumah sakit tersebut belum mampu mengembangkan aset dan layanan karena terkendala adanya potensi tambang di sekitar lokasi.
“Persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi perlu kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, untuk mencari solusi bersama,” ujar Riskon, Senin 27 Oktober 2025.
Ia juga menyoroti masih banyak warga yang harus menjalani perawatan lanjutan di luar daerah akibat keterbatasan fasilitas kesehatan di Kotim. Dari sekitar 300 pasien, sedikitnya 10 orang harus menjalani pengobatan dalam waktu lama di Palangka Raya.
Kondisi itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan di daerah perlu diperkuat agar lebih merata.
Untuk membantu masyarakat yang berobat ke luar daerah, Riskon mendorong pemerintah daerah membangun rumah singgah sebagai fasilitas sementara bagi keluarga pasien.
“Anggarannya tidak besar, sekitar 200 sampai 300 juta rupiah sudah cukup untuk membangun rumah singgah. Fasilitas ini sangat membantu keluarga pasien dari pelosok yang belum terakomodir pelayanan kesehatan daerah,” jelasnya.
Riskon menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menitikberatkan pada pemenuhan pelayanan dasar masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
Ia berharap pemerintah daerah menjadikan hal ini sebagai prioritas, agar akses pelayanan kesehatan di Kotim benar-benar merata hingga ke pelosok.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post