SAMPIT – Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah menyoroti masih banyaknya kendaraan angkutan perusahaan yang menggunakan nomor luar Kalimantan Tengah. Menurutnya, jika potensi ini bisa dimaksimalkan, maka akan memberi dampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Banyak kendaraan milik pengusaha angkutan, baik itu angkutan buah kelapa sawit, angkutan CPO hingga perusahaan tambang yang masih menggunakan nomor luar Kalteng. Padahal ini bisa menjadi tambahan PAD kalau ditertibkan,” ujarnya, Kamis 21 Agustus 2025.
Ia menegaskan, pengusaha pada dasarnya siap bersinergi selama aturan yang dibuat tidak mempersulit mereka. Karena itu, ia meminta agar Bapenda membuat terobosan nyata untuk menggali potensi yang selama ini belum dioptimalkan.
“Kita minta Bapenda punya terobosan-terobosan untuk memaksimalkan potensi PAD Kotim. Sektor-sektor yang belum dimaksimalkan harus diperkuat lagi,” tambah Juliansyah.
Menurutnya, strategi ini penting mengingat pemerintah pusat melalui PMK Nomor 56/2025 telah melanjutkan kebijakan efisiensi anggaran jilid II. Pemangkasan belanja barang dan modal berdampak pada transfer anggaran ke daerah, sehingga daerah dituntut mencari sumber pembiayaan alternatif.
“Penguatan PAD akan menjadi fokus utama untuk mencapai kemandirian fiskal daerah, agar pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada transfer dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Adapun target PAD Kotim tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp428.268.897.351. Hingga Senin 18 Agustus 2025, realisasinya baru mencapai Rp216.213.046.060 atau sekitar 50 persen. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Pemkab untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post