SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto menilai bahwa tertundanya Festival Habaring Hurung merupakan bukti ketidakseriusan pemerintah daerah dan DPRD dalam memperjuangkan pelestarian budaya lokal.
Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama sejumlah kegiatan kebudayaan tidak dapat dilaksanakan akibat adanya efisiensi anggaran sesuai instruksi pemerintah pusat.
“Kemarin, karena keterbatasan anggaran, kami di Komisi III yang membidangi pariwisata belum mampu memperjuangkan peningkatan anggaran tersebut. Akibatnya, banyak kegiatan kebudayaan di daerah yang akhirnya tertunda, bahkan tidak terlaksana,” tegasnya, Minggu 18 Mei 2025.
Festival Habaring Hurung, yang seharusnya menjadi agenda tahunan dan langkah awal seleksi putra-putri daerah untuk mewakili Kotim dalam Festival Isen Mulang di tingkat provinsi, menjadi salah satu kegiatan yang batal terlaksana.
“Kondisi ini sangat disayangkan mengingat kegiatan tersebut penting untuk memperkuat identitas budaya daerah,” tegasnya.
Ia memastikan pihaknya akan memperjuangkan peningkatan anggaran untuk kegiatan kebudayaan pada pembahasan APBD Perubahan 2025 dan APBD Murni 2026 mendatang.
“Insya Allah, kita akan perjuangkan agar kejadian semacam ini tidak terulang kembali. Kami akan berjuang sekuat tenaga agar festival budaya dan kegiatan kebudayaan lainnya dapat dilaksanakan secara konsisten setiap tahun,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post