SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Langkap, menegaskan bahwa kehadiran rumah sakit swasta tidak akan memengaruhi status Universal Health Coverage (UHC) di daerah.
Menurutnya, rumah sakit swasta justru dapat menjadi solusi untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang mampu, sekaligus meringankan beban rumah sakit milik pemerintah.
“Status UHC tetap diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu dan akan terus dibackup oleh pemerintah. Rumah sakit swasta menyasar masyarakat kelas menengah ke atas yang selama ini banyak berobat ke luar daerah, bahkan ke luar negeri,” kata Langkap, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Kotim, Kamis 10 April 2025.
Ia menilai, kehadiran rumah sakit swasta dengan layanan berbayar akan memberi pilihan kepada masyarakat berpenghasilan tinggi untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih cepat dan eksklusif, tanpa harus mengganggu fasilitas kesehatan yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
Langkap juga menyampaikan bahwa kehadiran rumah sakit swasta akan memberikan efek domino bagi perekonomian lokal. Dari sisi ketenagakerjaan, rumah sakit swasta membuka peluang kerja baru untuk tenaga medis, sopir ambulans, petugas kebersihan, tukang parkir hingga usaha kuliner dan penginapan di sekitar rumah sakit.
“Harapan kita pemerintah tetap fokus pada pelayanan bagi rakyat kecil, dan rumah sakit swasta hadir sebagai pelengkap, bukan pesaing. Ini sinergi yang harus dibangun demi pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas di Kotim,” tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjut Langkap, tidak perlu khawatir terhadap dampak kehadiran rumah sakit swasta terhadap status UHC, karena segmen yang disasar berbeda. Justru, langkah ini bisa menjadi pelengkap dalam sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh di Kotim.
“Bahkan, selama ini kita melihat masyarakat cenderung memilih berobat di klinik karena dianggap lebih cepat, padahal sama-sama berbayar seperti rumah sakit swasta. Oleh karena itu, jika rumah sakit swasta hadir, bisa menjadi opsi yang lebih lengkap dan profesional bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas,”ucapnya.
Langkap berharap, dengan hadirnya rumah sakit swasta, pelayanan kesehatan di Kotim bisa terbagi lebih merata dan RSUD dr. Murjani tidak lagi menjadi satu-satunya tumpuan masyarakat dari seluruh penjuru wilayah.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post