SAMPIT – Anggota DPRD kabupaten Kotawaringin Timur SP Lumban Gaol menyebutkan, banyak traffic light di Kota Sampit yang mengalami kerusakan bahkan tidak berfungsi. Kondisi ini memerlukan perawatan atau bahkan pergantian traffic melihat kondisi traffic light yang sudah tua.
“Contohnya traffic light yang berada di persimpangan jalan DI Panjaitan dan Pelita kemudian di Jalan S Parman serta di Jalan Rahadi Usman bahkan di Jalan Pramuka yang juga kadang berfungsi kadang tidak,”sebutnya, Rabu 2 Oktober 2024.
Menurutnya jika tidak segera diperbaiki lambat laun kondisi lalu lintas di Kota Sampit akan semrawut lantaran tidak adanya pengaturan melalui traffic light atau APILL.
“Terutama di jalan yang memang padat agar menjadi prioritas terlebih dahulu untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas,”tegasnya.
Sementara itu Plt Kadishub Kotim Rody Kamislam menyampaikan, saat ini ada 16 traffic light di Kota Sampit yang memang 3 diantaranya sudah sering mengalami kerusakan.
“Seperti dipersimpangan Jalan Ahmad Yani dan Rahadi Usman kemudian di jalan Cut Nyak Dien dan S Parman serta di pertigaan Jalan DI Panjaitan dan Pelita Timur. Ketiga titik ini sudah sering kami lakukan pemeliharaan,”ujarnya.
Bahkan lanjutnya melihat komponen yang sudah tua bukan hanya tiangnya yang diganti tetapi jaringan listriknya juga dilakukan perawatan dan diperbaharui Apabila ada yang sudah tidak layak pakai.
“Ketiga traffic light itu nantinya akan kami anggarkan pada tahun 2025 sebesar Rp 900 juta, yang mana untuk masing-masing traffic light berkisar Rp 300 juta. Itu pun belum termasuk dalam pemeliharaan jaringannya,”beber Rody.
Menurutnya Dishub nantinya akan melakukan pengadaan traffic light yang bando yang bisa dinaik turunkan dengan sistem katrol ATC. Sehingga ketinggian tiang bandul bisa menyensor dan menyesuaikan dengan kendaraan yang akan melintas.
“Salah satunya nanti akan kami pasang di kawasan tertib lalu lintas (KTL),”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post