SAMPIT – Anggota Fraksi Golkar DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Abdul Kadir menyampaikan, program prioritas seperti infrastruktur, penanggulangan dampak banjir dan program pemberdayaan serta antisipasi inflasi harus lebih optimal.
“Program tersebut bisa dituntaskan dan dilanjutkan untuk waktu 3 bulan yang tersisa dalam tahun 2024 ini,”ujarnya, Senin 26 Agustus 2024.
Lanjutnya, dalam perencanaan program pada APBD Perubahan 2024, Fraksi Golkar mendorong Pemkab setempat agar fokus pada program prioritas daerah.
“Masih ada waktu di APBD Perubahan ini bisa dilanjutkan kembali dan tuntas hingga akhir tahun nanti,”tegasnya.
Sementara itu lanjut Kadir, untuk dalam pelaksanaan pembangunan, Pemkab Kotim harus benar-benar melakukan pengawasan proses penyelenggaraan program, baik program yang bersifat fisik maupun nonfisik.
“Harus dilakukan pengawasan yang maksimal juga untuk mereka yang melaksanakan pekerjaan tersebut sehingga kualitas bisa terkejar dengan baik,”ucapnya.
Selain itu menurutnya, untuk ukuran program tidak hanya dilihat dari serapan dan realisasi anggaran serta pertanggung jawaban adminitratif saja. Namun secara kualitas dan substansi proses pembangunan harus berhasil guna dan bermanfaat bagi masyarakat.
Abdul Kadir menambahkan, gambaran asumsi perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2024 yang telah disetujui. Pertama, asumsi pendapatan dari sebelum perubahan sebesar Rp2.428.261.420.400, setelah perubahan menjadi Rp2.428.261.420.400. Tidak ada penambahan.
Kedua, asumsi belanja sebelum perubahan sebesar Rp2.474.746.721.400. Setelah perubahan bertambah sebesar Rp16.747.170.950. Ketiga, defisit sebelum perubahan sebesar Rp46.485.301.000, setelah perubahan sebesar Rp63.232.471.950, bertambah sebesar Rp16.747.170.950.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post