SAMPIT – Anggota DPRD kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Kurniawan Anwar menyampaikan, penerapan K3 dalam aktivitas ke pelabuhan sangatlah penting sehingga harus menjadi perhatian serius baik bagi perusahaan maupun pemerintah dalam hal pengawasan pelaksanaannya.
“Mengingat kegiatan di sektor ini termasuk beresiko tinggi, khususnya pada aktivitas bongkar muat barang,”tegasnya.
Dikatakannya, Kabupaten Kotim merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor kepelabuhanan. Selain pelabuhan yang dikelola oleh pemerintah, di kabupaten ini juga cukup banyak terdapat terminal khusus (tersus) dan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS).
“Selain bongkar muat penumpang dan barang, aktivitas kepelabuhanan di daerah ini juga terdapat bongkar muat hasil industri seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan hasil tambang,”bebernya.
Kurniawan mengaku merasa terpanggil untuk tidak bosan-bosannya mengingatkan masalah ini. Dia melihat, K3 belum mendapatkan perhatian yang memadai oleh sebagian perusahaan. Padahal tingginya risiko kecelakaan kerja di lingkungan pelabuhan perlu dicegah dan diantisipasi.
Ia mencontohkan, seperti halnya penggunaan hlem pada petugas bongkar muat serta secara umum kecelakaan fatal yang paling banyak terjadi di Pelabuhan adalah pejalan kaki, sehingga perlu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko-risiko yang berkaitan dengan peralatan bergerak dan pejalan kaki.
“Pengawasan pemerintah terhadap pelaksanaan K3 juga masih perlu ditingkatkan. Apalagi, diduga masih ada perusahaan yang komitmennya rendah dalam menerapkan K3. Perlu dipastikan penerapan K3 secara baik dan benar. Fasilitas dan sistem kerja yang dijalankan harus mengacu pada aturan tentang keselamatan kerja,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post