SAMPIT – Meski dalam sepekan terakhir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus diguyur hujan sedang hingga lebat, namun DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) khususnya Komisi III mengingatkan agar pemerintah melalui bidang terkait yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan agar tidak lengah.
“Sebulan terakhir intensitas cuaca cukup panas yaitu memasuki kemarau namun dalam satu pekan terakhir cuaca ada hujan dan sedikit mendung, tetapi saya berharap kepada semua BPBD maupun Damkar dan lintas Sektoral untuk tetap mengantisipasi dan selalu siaga akan terjadinya titik titik api sehingga di karhutla Kotim dapat diatasi dengan baik,”kata Anggota Komisi III DPRD Kotim, Marudin, Jumat 9 Agustus 2024.
Lanjutnya, upaya pencegahan karhutla di Kotim diharapkan lebih optimal terutama karena secara khusus Provinsi Kalimantan Tengah mendapat rekomendasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). pada bulan Juli dengan rencana pelaksanaan selama 12 hari. Dengan harapan TMC bermanfaat untuk membasahi lahan gambut, untuk menjaga kelembabannya agar tidak kering.
“Kalteng sendiri mendapat fasilitas 5 helikopter Water Bombing (WB) dan 2 helikopter patroli, yang akan di bagi menjadi 3 zona yaitu zona 1 Bandara Tjilik Riwut mendapat 3 helikopter WB dan 1 helikopter patroli, Bandara H. Asan Sampit mendapat 1 helikopter WB, dan Bandara Iskandar mendapat 1 helikopter WB dan 1 helikopter patroli,”bebernya.
Terutama karena pertimbangan yang dilakukan berdasarkan prakiraan awal musim kemarau pada Agustus dasarian I, yakni Pemerintah Kabupaten Kotim telah menetapkan status siaga karhutla tahun 2024 dilaksanakan selama 90 hari terhitung dari 4 Juli sampai 01 Oktober 2024.
“Kita harapkan pemerintah bersama yang membidangi masalah ini secara bertahap melaksanakan rapat koordinasi yang bertujuan selain untuk menetapkan status juga dengan harapan semua stakeholder bisa memitigasi dan siaga dalam menanggulangi karhutla,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post