SAMPIT – Kecelakaan yang melibatkan truk angkutan di Desa Bajarau, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang memakan korban satu keluarga menjadi sorotan DPRD setempat. Bahkan DPRD dengan tegas meminta para sopir angkutan melakukan tes urin secara berkala.
“Karena ada dugaan sopir yang terlibat kecelakaan itu menggunakan narkoba atau obat-obatan terlarang. Saat kejadian kecelakaan di Desa Bajarau, Kecamatan Parenggean itu saya langsung meninjau ke lapangan dengan Kapolsek setempat dan saya melihat sangat riskan, bagaimana kalau itu terjadi di keluarga kita,”kata Wakil Ketua II DPRD Kotim, Hairis Salamad, Selasa 21 Mei 2024.
Legislator asal Kecamatan Parenggean ini menekankan saat rapat paripurna, secara terbuka kepada pihak kepolisian khususnya Kapolres Kotim agar memberikan himbauan serta edaran kepada stake holder organisasi-organisai ORGANDA maupun angkutan umum lainnya terutama pengangkut CPO agar bisa di uji kembali sopir-sopir yang menjalankan aktivitas itu.
“Apakah nanti bisa 10 hari sekali atau sebulan sekali atau tiga bulan sekali di cek kesehatannya serta dilakukan tes urine, karena menurut informasi para sopir-sopir ini banyak menggunakan obat-obat terlarang supaya mereka bisa kuat dan tidak mengantuk. Makanya perlu dilakukan tes urin untuk mengetahui positif atau tidaknya,”tegasnya.
Menurutnya, sudah bukan rahasia lagi bahwa narkoba di Kotim ini memang jika dilihat dari penggunanya banyak dan merambah di perkebunan-perkebunan, karena disana tidak ada pemantauan yang signifikan. Jadi pengawas hukum tidak terlalu, sehingga penggunanya sangat menjamur di daerah pelosok-pelosok.
“Semua rangkaian narkoba ini sudah masuk ke sendi-sendi kehidupan kita, contoh marak demo masyarakat ataupun organisasi yang menyatakan bahwa ada konflik perkebunan dengan perusahaan-perusahaan, kalau kita lihat dari sisi yang sudah berjalan ini ada hal-hal tertentu yang terselubung, masuk di dalam proses itu ada orang liar,”ujarnya.
Bahkan lanjutnya, dilihat juga dari aspek-aspek hukum dan etika moral banyak yang bertentangan, sehingga ia berharap dari pihak kepolisian ditindak tegas oknum seperti ini.
“Minimal mengurangi pengguna dan pengedar narkoba di Kotim ini khususnya di Kecamatan Parenggean,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post