SAMPIT – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rudianur berharap, dengan anggaran yang diterima oleh pemerintah desa semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menaikan klasifikasi desa. Dia juga mengingatkan pemerintahan desa agar dalam penggunaan anggaran desa sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Karena besar harapan kita desa-desa di wilayah Kabupaten Kotim ini terus berupaya meningkatkan kemampuan agar bisa menjadi desa maju dan mandiri. Desa yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan,” ujarnya, Selasa, 2 April 2024.
Terutama lanjutnya, dalam peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat, dengan ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologi secara berkelanjutan. Yang mana terdapat lima klasifikasi desa. Tertinggi adalah mandiri, maju, berkembang, tertinggal, dan sangat tertinggal.
“Kotim secara administrasi terdiri 17 Wilayah Kecamatan, 17 Kelurahan dan 168 Desa. Sehingga dengan besaran itu diharapkan pemerintah melalui aparatur desanya dapat mengembangkan warga sekitar,” tegasnya.
Apalagi diketahui, Kotim sendiri berbatasan langsung dengan sejumlah kabupaten, sehingga kerap kali menjadi wilayah perlintasan antar kabupaten. Maka dirinya menilai, SDM yang ada di daerah ini dapat mempengaruhi kemajuan suatu desa hingga daerah.
Sebagian besar wilayah Kotum merupakan dataran rendah, yang meliputi bagian selatan sampai bagian tengah, memanjang dari timur ke barat dan secara geografi berbatasan dengan sebelah Utara dengan Kabupaten Katingan, sebelah Selatan dengan Laut Jawa, sebelah Timur dengan Kabupaten Katingan dan sebelah Barat dengan Kabupaten Seruyan.
Jumlah penduduk Kotim pada tahun 2021 adalah 416,384 jiwa, terdiri dari 215,274 laki-laki dan 201.110 perempuan. Penyebaran penduduk terbanyak menghuni di 2 kecamatan dalam kota sampit yaitu Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Baamang, sedangkan penduduk lainya tersebar di 15 kecamatan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post