SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah mengingatkan agar moment pesantren Ramadhan yang digelar di satuan pendidikan selama bulan puasa ini dijadikan wadah untuk menekan kenakalan remaja, terutama di lingkungan sekolah dan diluar sekolah pada umumnya.
“Untuk itu saya mengajak pada guru di daerah ini agar bersinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam menekan beragam persoalan kenakalan remaja yang semakin marak, terutama pada saat Ramadhan ini,”ujarnya, Kamis, 21 Maret 2024.
Melalui beragam kegiatan selama Ramadan lanjutnya, diharapkan peserta didik lebih terarah pada kegiatan yang positif dan bermanfaat serta meningkatkan keimanan mereka agar menyadari dan menjauhi hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
“Saya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan pesantren kilat yang banyak dilakukan selama Ramadhan ini. Kegiatan ini bisa dimanfaatkan dengan menyampaikan pesan-pesan bahaya narkoba, seks bebas, dan pornografi kepada generasi muda kita,”tegasnya.
Tambahnya, dengan kegiatan pesantren kilat, aktivitas remaja selama Ramadhan bisa diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat yakni mempelajari ilmu agama dan menambah wawasan yang diberikan selama kegiatan sehingga mereka menemukan jati diri.
“Karena salab satu penyebab kenakalan remaja pertama adalah krisis identitas. Dengan perubahan fisik dan psikologis remaja cenderung tidak mengetahui jati diri mereka. Ketidakmampuan remaja dalam mengenali dirinya mendorong mereka untuk melakukan segala hal yang mereka belum mereka rasakan dan ketahui. Maka perlu adanya bantuan dari orang tua serta guru untuk memberikan pemahaman kepada mereka,” ucapnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post