SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta agar sejumlah perusahaan besar swasta yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur turut berpartisipasi dalam memberikan sumbangan ataupun bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir. Terutama saat ini pemerintah Kotim telah memperpanjang status tanggap darurat banjir.
“Kita mengapresiasi sejumlah perusahaan yang sudah turun langsung memberikan bantuan ke desa desa karena dampak banjir, hari ini kita harapkan menjadi contoh bagi perusahaan lainnya agar peduli terhadap masyarakat sekitar perusahaan,” kata Ketua DPRD Kotim, Rinie Anderson, Sabtu 9 Maret 2024.
Dinetahui, Pemerintah Kotim menetapkan memperpanjang Status Tanggap Darurat bencana banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), selama 14 hari kedepan, 9 hingga 22 Maret 2024.
Hal tersebut berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Evaluasi Penetapan status bencana banjir bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Jumat 8 Maret 2024.
Hal itu juga berdasarkan laporan seperti wilayah Kecamatan Parenggean, Desa Kabuau, Barunang Miri. Kecamatan Cempaga Hulu seperti Desa Sungai Ubar, kemudian di Telawang Desa Muara Ubar, Desa Pasir Putih, banjir rata-rata tingai sekitar 50 cm, namun jika hujan berlanjut akan bisa meningkat lagi.
“Selain itu juga perlu diperhatikan oleh pemerintah Kotim terkait banjir yang terjadi di wilayah dalam Kota Sampit, sebagian besar disebabkan permasalahan drainase, maka perlu dinas terkait untuk melakukan pengerukan dan pembersihan untuk air bisa mengalir,” tegasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post