SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Mariani meminta, pembangunan khususnya dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2024 mendatang lebih memperhatikan bidang pendidikan.
Hal itu disampaikannya, pada saat melaksanakan rapat bersama mitra kerja Komisi III saat membahas RAPBD Murni tahun anggaran 2024. Yang mana notabanenya melakukan penganggaran di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Mengingat di bidang pendidikan khususnya di Kotim ini masih banyak hal-hal yang perlu kita benahi, apalagi seperti yang kita ketahui banyak daerah yang kekurangan ruangan belajar sehingga banyak anak usia sekolah yang belum tertampung dan akhirnya tidak diterima di sekolah yang sesuai dengan zonanha,” katanya, Rabu 15 November 2023.
Lanjutnya, juga berkaitan dengan ketersediaan sarana prasarana di sekolah yang dapat menunjang mutu pendidikan sekolah serta peningkatan sumber daya manusia.
“Mengingat seperti pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2023 ini saja, ada banyak sekolah yang harus menumpang di sekolah lainnya karena tidak tersedianya sarana komputer dan penunjang lainnya untuk melaksanakan ANBK,”tegasnya.
Begitu juga ujarnya di bidang kesehatan, pada tahun 2023 ini ada banyak program yang masih belum ter dan naik. Sehingga diharapkan pada APBD 2024 hal tersebut bisa ditampung.
“Yang belum terdanai ada sebesar Rp 26 milyar lebih. Dengan rincian kekurangan anggaran premi tahun 2023 Rp 15 milyar lebih, meliputi JKN, kekurangan anggaran insentif nakes daerah Rp 8 milyar 716 juta lebih. Serta kekurangan anggaran untuk TPP Rp 2 milyar lebih. Sehingga untuk Dinkes total kekurangan usulan yang belum terdanai Rp 26 milyar lebih pada 2023,”sebutnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post