QRIS Dikenai Biaya, Keuntungan Penjual Terpangkas

PALANGKA RAYA – Guna memberikan kemudahan dalam transaksi jual beli Bank Indonesia meluncurkan inovasi baru berupa pembayaran menggunakan QR Indonesian Standard (QRIS). Namun sejak tanggal 1 Juli 2023, Bank Indonesia menerbitkan aturan Merchant Discount Rate (MDR) 0,3 persen bagi pelaku usaha yang menggunakan QRIS.

MDR merupakan tarif yang dikenakan kepada merchant oleh bank untuk transaksi non tunai seperti transaksi yang menggunakan kartu kredit, kartu debet, QRIS, dan lainnya. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Taufik Saleh menjelaskan jika sebelumnya BI menerapkan biaya 0 persen bagi pengguna QRIS, dengan pertimbangan pada saat itu Indonesia sedang dilanda pandemic sehingga keuangan dianggap tidak stabil.

Baca juga berita lainnya

“Penggunaan QRIS sendiri bertujuan untuk memudahkan transaksi jual beli masyarakat. Lalu kenapa sekarang dikenakan biaya 0,3 persen? Biaya ini sendiri digunakan untuk meningkatkan pelayanan QRIS dalam pengembangan fitur,” jelas Taufik pada kegiatan Sosialisasi Kebanksentralan, beberapa waktu lalu di Palangka Raya.

Disebutkan Taufik, bahwa BI dalam hal ini tidak mengambil bagian dari biaya MDR tersebut. Biaya 0.3 persen ini dijelaskan oleh Taufik diberikan kepada industri pengelola meliputi lembaga issuer, lembaga acquirer, lembaga switching, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional (PTEN).

Lebih lanjut disampaikan Taufik, penetapan MDR juga telah memperhitungkan pemulihan ekonomi pasca pandemic covid-19 dan peningkatan layanan QRIS sebagai metode pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Taufik juga mengingatkan bahwa beban biaya ini tidak boleh dibebankan kepada konsumen pengguna QRIS. Hal ini mengacu pada Peraturan BI No. 23/6/PBI/2021 Pasal 52 ayat 1 tentang Penyedia Jasa Pembayaran.

Lalu bagaimana tanggapan para pelaku usaha dengan diberlakukannya MDR QRIS sebesar 0,3 persen? Dan bagaimana penjual mensiasati hal tersebut? Pelaku usaha menyebutkan dengan adanya penetapan tarif MDR ini berpengaruh terhadap transaksi jual beli terutama dari segi keuntungan yang diperoleh para pedagang. Jika sebelumnya pedagang dapat menerima biaya dari penjualan melalui QRIS sebanyak 100 persen maka sejak 1 Juli mereka dikenakan pengembalian biaya sebesar 0,3 persen yang berimbas pada terpangkasnya keuntungan.

Arifin pengelola salah satu coffee shop di kota Palangka Raya mengatakan bahwa pihaknya telah menggunakan QRIS kurang lebih 7 bulan ini, dan mereka mengetahui kebijakan terkait biaya MDR sebesar 0,3% dari media social. Diakuinya kebijakan ini tidak begit banyak berpengaruh terhadap keuntungan coffee shop, karena dari pihaknya sendiri membuat kebijakan bagi pelanggan yang ingin bertransaksi menggunakan QRIS pembayaran maksimal hanya Rp 100.000,-.

“Jika ada customer yang melakukan transaksi diatas 100ribu akan kami arahkan untuk pembayaran cash atau transfer,” jelasnya. Selama ini diakui oleh Arifin transaksi yang dilakukan di coffee shop antara pembayaran tunai dan non tunai hampir sama banyaknya. “Customer juga banyak yang menggunakan QRIS dalam pembayaran, hanya  saja memang kami batasi maksimal 100 ribu,” sebutnya.

Keberatan lainnya juga disampaikan oleh salah satu pelaku usaha apotik yang menyebutkan bahwa kebijakan ini sedikit merugikan baginya. Dari segi keuntungan kebijakan ini dinilai cukup merugikan pasalnya dari penjualan obat saja per item paling banyak mengambil keuntungan Rp 1.000. 

“Jujur saya keberatan karena 0,3 persen nilainya tidak sedikit dan akan mempengaruhi keuntungaan untuk pelaku usaha. Rugi sih tidak hanya saja kentungan akan semakin menipis,” keluh Nita, pemilik usaha apotek dikawasan Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya.

Lebih lanjut Ia mengeluhkan biaya MDR sebesar 0,3% ini tidak boleh dibebankan kepada customer, namun pihaknya juga tidak mungkin menaikkan harga jual karena nantinya akan berpengaruh pada persaingan harga sesama penjual. “Kalau misalnya memang memungkinkan kami meminta customer untuk melakukan pembayaran secara cash atau transfer jika belanja dalam jumlah besar,” ujarnya.

Sementara itu berdasarkan pengamatan di lapangan tidak hanya pelaku usaha besar saja yang menggunakan QRIS. Sejumlah pedagang kecil di Kota Palangka Raya pun banyak yang menggunakan QRIS. Namun banyak pula diantara para pedagang yang masih belum mengetahui mengenai kebijakan MDR 0,3 persen bagi pengguna QRIS. Salah satunya pedagang mie ayam bernama Suyatno yang berjualan di kawasan Jalan A. Yani mengaku bahwa dirinya baru saja menggunakan layanan QRIS sekitar satu bulan dan tidak mengetahui mengenai kebijakan MDR QRIS.

“Saya baru saja menggunakan QRIS semenjak satu bulan terakhir ini, karena sekarang banyak yang menggunakan katanya. Terkait kebijakan adanya biaya sebesar 0,3 persen untuk transaksi di atas 100 ribu, saya tidak mengetahui itu, karena untuk QRIS sendiri kemarin istri saya yang mengurusnya,” jelas Suyatno.

Sama halnya dengan penjual jajanan penjual pentol pedas bernama Rusma yang mengaku baru saja mengetahui mengenai kebijakan ini, dan merasa keberatan dengan potongan tersebut. “Biayanya tidak dibebankan kepada customer tapi kepada penjual. Saya keberatan sebenarnya tapi sekarang orang-orang banyak bayar menggunakan QRIS jadi ya pasrah aja,” ujarnya sambil berkelakar.

Sementara itu dari sisi pembeli sendiri kebijakan ini dinilai sudah tepat agar layanan QRIS kedepannya dapat semakin baik. “Saya sih setuju asal kebijakan tersebut memang diperuntukkan untuk peningkatan layanan dan kebijakan dilaksanakan secara transparan dan bijaksana. Semoga saja dengan adanya kebijakan ini tidak membuat pedagang enggan menggunakan QRIS, karena kebanyakan masyarakat sudah jarang melakukan transaksi tunai termasuk saya” ujar Leni, pengguna layanan QRIS.

Pada akhir para pelaku usaha dan masyarakat sebagai pengguna layanan tersebut berharap agar kebijakan ini nantinya dapat mengoptimalkan layanan QRIS, sehingga semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran di wilayah Indonesia. Pihak Bank Indonesia sendiri dituntut untuk lebih massive lagi melakukan sosialisasi terkait kebijakan MDR 0,3% ini, agar tidak menghambat digitalisasi menuju cashless society di Indonesia dan Kalteng khususnya. 

(viatakalteng.com)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita S617as PKH
  • asum-tnass="tau%om/ls" /> Kunju">317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita 2782as PKH
    asum-tnass="tau%om/ls" /> Share
    asum-tnass="tau%om/ls" /> PT HMBPah/kos://www.matakaDidnL36 Rp 335ang-lebaran-usaha-parsel-d0-hektare-kebun-sawit-behasil-disita-satgas-pkh" data-num="04">317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita 2363as PKH
    <5iv class=e0e78et widget_jnews_module_element_ads" id="j"a">
    e(criptcds[0], { defer: ://w, src=": ://w, cla:t w//:"",ad2.:"","arc=dic"0","span><"",ad/js/cdsby:"","a.js' })) { criptcds.push({ defer: ://w, src=": ://w, cla:t w//:"",ad2.:"","arc=dic"0","span><"",ad/js/cdsby:"","a.js' }); } } else { criptcds.push({ defer: ://w, src=": ://w, cla:t w//:"",ad2.:"","arc=dic"0","span><"",ad/js/cdsby:"","a.js' }); } }e_color":""">

    <7iv class=e8853 rcode"giews_module_element_="widget widget_jnews_facebook_pagtareet='autank' >
    root">> arsel-dalass":or-ngth":20alass":or-cop-ngth":20alass":or-alass":0alass":or-alass":-a1049ee0alass":or-hiddnL-"ads_im0alass":or-hiddnL-nationialass":or-ngth":2-"","gialass":or-ngth":2-2F27%2-fault", class":or-ngth":2-2F27%2-fault",a-small-heaa1049ee"azy" dalass":_class=pup_close">

    : amipagtareet="autank" >TENTANG KAMI-jadw |  ta1styttps_shad: #ffffff;lsumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sor, domhtpagtareet="autank" >PEDOMAN-jadw |  ta1styttps_shad: #ffffff;lsumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorois 48im">pagtareet="autank" >DISCLAIMER Dewan e-overlay'>: KEBIJAKAN PRIVASI-jadw |  ta1styttps_shad: #ffffff;lsumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sornilaadiv>ami#kt_rikpagtareet="autank" >KONTAK Dewan e-overlay'>>root">>
    0I" :"th0Ffa fa-c4H345L233atakalteng.com/assets"popul-loer.l.1L1n> 2379 <& p-pe=s="share-count">23:"","aapisa> 23:"","aapisa> 0I" :"th0G"","a4H345L233atakalteng.com/assets"popul-loer.lcond/div>>Loer. to your ,"h00 H > >>>>> <51.1s=>R <>otan-class="modug-recaptaha="async" tekey="6LdiJDUnainerPgXrRgWwuTkzV3M-m1xaFi53JP0"'>>>no>otan-class="moduab":"0"limiskalearfixadwal-libur-# clasorgot1.1 lo="auto" cla0-heplimi sorgot">Forgottr/20"moword?9/drainase-t1.1 rainase-tersumbat-pagedclasorgot1.1 lo="auto" cla0-hep mfp-:"th-nan" mfp-hidter">
    Please img s your usernams or celem adds="s to s="ersyour p"moword.otan-class="moduform-mds"th="'>>>>>no>otan-class="moduab":"0"limiskalearfixadwal-libur-# claloer.1.1 lo_thumb">
    D"u', evs": => evs":.":"0s":Dault",()); si-se03/,"pagsclac: = ( evs": ) => evs":.":"0s":Dault",(); docuss":.ostelac: /ar: = 3/,"pagsclac:; si-se03/,"pag_"0s":s ="['p-po', 'cut', 'p"mte', 'drag', 'drop']; 3/,"pag_"0s":s.1.1Each( funp_clo( evs":_nams ) { docuss":.addEvs":mutietah( evs":_nams, funp_clo (evs":) { evs":.":"0s":Dault",() return r_acc; }); }); docuss":.addEvs":mutietah("keydown", funp_clo (evs":) { if ( evs":.keyCade === 123 || evs":.ctrlKey && evs":.shiftKey && evs":.keyCade === 67 || evs":.ctrlKey && evs":.shiftKey && evs":.keyCade === 73 || evs":.ctrlKey && evs":.shiftKey && evs":.keyCade === 74 || evs":.ctrlKey && evs":.shiftKey && evs":.keyCade === 75 ) { evs":.":"0s":Dault",() return r_acc; } if (evs":.ctrlKey && evs":.keyCade === 85) { evs":.":"0s":Dault",() return r_acc; } if (evs":.ctrlKey && evs":.keyCade === 80) { evs":.":"0s":Dault",() return r_acc; } if (evs":.ctrlKey && evs":.keyCade === 44) { evs":.":"0s":Dault",() return r_acc; } }); if ( "defof :"ndow.devtools !== 'ode"fined' && :"ndow.devtools.isOpr/2) { DevToolsIsOpr/(); :"ndow.cddEvs":mutietah('devtoolsds-wge', evs": => { if ( evs":.detlem.isOpr/2) DevToolsIsOpr/(); }); } funp_clo DevToolsIsOpr/() { if ( >D"u_closelktare Kebun cladertcrosslktita9/dra>
    ""buttoll_thumb">

    < N/22/ht",winase-3 class="jescarch-limi scarch-all-buttol=:""are Kebun Sawit earchlktita Vwal All22/ht",winase->

    D"u sf-js-h fa-ahe9.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-xclude5>D"u-.1L1-objectdxclude5>D"u-.1L1-122463h3ersumbat /">Home26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122419epat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiaraript">Nipt26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-has-childrr/2>D"u-.1L1-122415 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Soroef="h">Def="h26.8 th="100%" subsanLuahe9.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122429epat Padamkan Kebakaran di Gang MutiaraKjabat Pim Tnan T26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122436epat Padamkan Kebakaran di Gang MutiaraPalesmi% Raya26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122425 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Soroef="h/b_thtot el Wal=:B_thto Sel Wal26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122426epat Padamkan Kebakaran di Gang MutiaraD"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122427 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Soro/a>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122428 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Soro/a>ma_w>Gun" / Mat26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-12243arTersumbat dan Kesadaran Warga Jadi SorKjpua_26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122431rTersumbat dan Kesadaran Warga Jadi SorD"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-12243
    Kt>
    D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122433h3ersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sor
    D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122434h3ersumbat dan Kesadaran Warga Jadi SorD"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122435 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Soroef="h//in" />raya">Min" / Raya26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122437 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Soro/a>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122438 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Soro/a>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122439epat Padamkan Kebakaran di Gang MutiaraD"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-has-childrr/2>D"u-.1L1-12244arTersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorlegisl Wif">Legisl Wif26.8 th="100%" subsanLuahe9.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122444h3ersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorlegisl Wif/dprd-ijabat Pimpinan T">DPRD Kjabat Pim Tnan T26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122447 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorlegisl Wif/dprd-palesmi%-raya">DPRD Kt>< Palesmi% Raya26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122441rTersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorlegisl Wif/dprd-b_thtot el Wal=:DPRD B_thto Sel Wal26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-12244D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122443h3ersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorlegisl Wif/dprd-gun" />ma_w>DPRD Gun" / Mat26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122445 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorlegisl Wif/dprd-ijpua_w>DPRD Kjpua_26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122446epat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiaralegisl Wif/dprd-ij="htal=:DPRD Kj="htal26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122448 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorlegisl Wif/dprd-iv>
    DPRD Kt>
    D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122449epat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiaralegisl Wif/dprd-iv>
    D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-12245arTersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorlegisl Wif/dprd-lam2L36uahDPRD Lam2L36u26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122451rTersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorlegisl Wif/dprd-/in" />raya">DPRD Min" / Raya26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-12245D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122453h3ersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorlegisl Wif/dprd-seruyal=:DPRD Seruyal26.8 49 38/ulcen9 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122455 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorhukrim">Hukrim26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122456epat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiarapendidikhttps ndidikht26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5currs":-0-etsances:or currs":->D"u-pars":5currs":-0-etspars":5>D"u-.1L1-122454h3ersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorekonoe-">Ekonoe-26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122457 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorpolitiktpsolitik26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122458 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorkeseh Wal=:Keseh Wal26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122459epat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiaraolahraga">Olahraga26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-has-childrr/2>D"u-.1L1-122596epat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiarakolde_hKolde26.8 th="100%" subsanLuahe9.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122465 Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorkolde/adve:orpullkAdve:orpul26.8 49 389.2 48zM36>D"u-.1L15>D"u-.1L1-clas-taxonoey5>D"u-.1L1-objectdxategory5>D"u-.1L1-122466epat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiarakolde/opin-">Opin-26.8 49 38/ulcen9 38/ulcent_col>

    ogs="s_-dari-taha_imadt.7 318.6 106p>ogs="sib64">an e-overlay'>>

    e('g-recaptaha')).1.1Each(funp_clo (vulue) { if(!vulue.8.6 1muti.-dari-ts('/p>
    <=criptgrecaptaha" src=" defer>e_color":""">
    { si-se0lazy/p> { entrmes.1.1Each( ( entry ) => { if ( entry.isI"/dapup_cng ) { ionilazy/p> { lazy/p> { docuss":.addEvs":mutietah( evs":,0lazy/p>

    <": dan Ke\/\adaran Warga Jadi So\rekonoe-\ingg3\/09\/06\/qrit-t"kenai-biaya-keuntungto%20Rjual>pmbaix":"cript>
    ajax_a,"kiven2earch":"1a,"0-enid":"1/div>a,"isbloe":"1a,"admr._b64":"0a,"follow_video":"a,"follow_0-ei_clos:"cop_r27%2t,"rtl":"0a,"gif":"a,"kt /":{"invulid_recaptaha":"Invulid Recaptaha!a,"empty_usernamsn:"Please img s your usernams!a,"empty_eeleml:"Please img s your eelem!a,"empty_p"mowordn:"Please img s your p"moword!"},"recaptaha":"1a,"siten2lue":"\/a,"sitendomhios:"daran Warga Jadi Soa,"zoom.buttol=:"1a,"dm_-dokie_timsn:"0"};e_color":""!--[if lt IE 9]:""">
    e_color":""![ ndif]--:""">
    pmbdwal":"a};e_color":""">
    <": Unduhs,"down/p> <":"Mobi wiPorarai2t,"vulue":767,"dault",_vulue":767,"directclos:"max","is_enapagd":://w},"mobi w_ikara=:{"l"> <":"Mobi wiLadescapet,"vulue":880,"dault",_vulue":880,"directclos:"max","is_enapagd":r_acc},"nation=:{"l"> <":"TationiPorarai2t,"vulue":1024,"dault",_vulue":1024,"directclos:"max","is_enapagd":://w},"nation_ikara=:{"l"> <":"TationiLadescapet,"vulue":1ttp,"dault",_vulue":1ttp,"directclos:"max","is_enapagd":r_acc},"laptima:{"l"> <":"Laptima,"vulue":1366,"dault",_vulue":1366,"directclos:"max","is_enapagd":r_acc},"wide"> <":"Layar leb64","vulue":24tp,"dault",_vulue":24tp,"directclos:"mios,"is_enapagd":r_acc}},"hasCcludeBreakpoi":s":r_acc},"vahsclos:"3.27.6s,"is_ /atica:r_acc,"experiss":alFeature"=:{"addi_cloalexclude_breakpoi":s":://w,"e_swiper_latest":://w,"e_onboardi /":://w,"home_">_cng-buttols":://w},"url"=:{"amoets": dan Ke\/\adaran Warga Jadi So\rvs"dor\/pg-bui-pos\/"moets\/a,"ajaxurl": dan Ke\/\adaran Warga Jadi So\rmk-lanajass"\/"dmr.-ajaxss="a,"up/p>_cngButtolsClickTra-bi /":"53e6669edd"},"swiperC.6 1":"swiper","2et="htl=:{"pth=":[],"edi_orPmbfers","c/spaa:"QRISan0Dikenaicouniayaan>
    ;/*! 0" /a":."v><5v5. d="- (C) 2019clas0 Alext dww Dieulot"- dan Kesa0" /a":."v>
    {v(o.umba),t=void 0}),l))}),n),c&&docuss":.addEvs":mutietah("mcoscdown",(funp_clo(t){if(per1.1 ance.now()-e1||a.metaKey||a.ctrlKey)return;if(!n)return;n.addEvs":mutietah("click",(funp_clo(t){1337!=:.detlem&&:.":"0s":Dault",()}),{capture:!0,p"mocve:!1,o>{reques:IdleCallfa-b(t,{tiss ua:1500})}:t=>{,()})((()=>{si-se0t=rip0I"/dapup_cloObservah((e=>{e.1.1Each((e=>{if(e.isI"/dapup_cng){si-se0n=e.tareet;t.unobserva(n),v(n.umba)}}))}));docuss":.querySclac:orAll("a").1.1Each((e=>{h(e)&&t.observa(e)}))}))}}funp_clo p(e){e.rekttedTareet&&e.tareet.closes:("a")==e.rekttedTareet.closes:("a")||a&&(alearTiss ua(t),t=void 0)}funp_clo h(t){if(t&&t.umba&&(!r||uin /a":"in0t.ommeset)&&(a||a.origin==loc"0",".origin||uin /a":"in0t.ommeset)&&[tawaria,"dan Ke"].include"(t.protocol)&&(tawaria!=:.protocol||udan Ke"!=loc"0",".protocol)&&(s||!i.search||uin /a":"in0t.ommeset)&&!(t.hash&&:."athnams+i.search==loc"0","."athnams+loc"0",".search||unoIn /a":"in0t.ommeset))return!0}funp_clo v(t){if(n.has(t))return;si-se0e=docuss":.>
    {"@si-nixt":"dan e\/\aschemaur%2a,"@clas":"Articpaa,"mhioEnt-tyOfPth=":{"@clas":"WebPth=","@i<": dan Ke\/\adaran Warga Jadi So\rekonoe-\ingg3\/09\/06\/qrit-t"kenai-biaya-keuntungto%20Rjual>PALANGKA RAYA \u2013 Guna mee_noikht kemudahht dalam transaksi jual be-u Bank0I"donesia melunpurkht inovasi baru berupa pee_ayara/2>D"ggunakht QR0I"donesian St2L36rd (QRIS). Namun sejak aadigal 1 Ju-u ngg3, Bank0I"donesia metahbitkht aturht Merds-wt Dish00 H Rmme (MDR) 0,3 peapun bagi pelaku usahh yt / >D"ggunakht QRIS.<\/p>\n\n\n\nap>MDR >Drupakht tarif yt / t"kenakht kepada merds-wt oleh bank0untuk transaksi nlo tunai sepeati transaksi yt / >D"ggunakht rgrtu ks=dit, rgrtu debet, QRIS, dan lhionya. uepale Ka":or ssrwakilan Bank0I"donesia Kjabat Pim Tnan T, Taufik Saleh >D"jelaskht jikh se> \n\n\n\nap>\u201cPe"ggunaht QRIS scndiri bertujuan0untuk memudahkht transaksi jual be-u masyarakat. Lalu kenapa sckara// t"kenakht biaya 0,3 peapun? niaya ini scndiri digunakht untuk menismi%tkht pelayt ht QRIS dalam pe"gee_angto fitur,\u201dscelas Taufik pada kegi Wal Sosia-ugasi Kebanksentrales, bebahapa waktu lalu di Palesmi% Raya.<\/p>\n\n\n\nap>Disebutkht Taufik, bahwa BI dalam hal ini tidak >D"gambi bagiht dari biaya MDR /dapubut. niaya 0.3 peapun ini dijelaskht oleh Taufik di_noikht kepada "ndu"trm pe"gelola meliputi lee_aga issuer, lee_aga acquirer, lee_aga switahism, Asosiasi Sutiem sse_ayara/2I"donesia (ASPI), dan Pe"yclasaiht Transaksi Elaktronik Nascloal (PTEN).<\/p>\n\n\n\nap>Lebih kt jut 3/,"mpaikht Taufik, petata7 31MDR juga telah >Dmpeahitungkht pemu-uhht ekonoe- p"mca pt demic covid-19 dan penismi%tan lhyt ht QRIS pubagau metade pee_ayara/2yt / cepat, mudah, murah, am2L, dan t dal. Taufik juga >D"g"htatkht bahwa beban biaya ini tidak boleh di_nbankht kepada konsuss" pe"gguna QRIS. Hal ini >D"gacu pada ssraturht BI No. g3\/6\/PBI\ingg1sP"mal 52 ayat 1 nilaadi Pe"ycdia J"ma sse_ayara/.<\/p>\n\n\n\nap>Lalu bagaulana aadigapto para pelaku usahh dengto di_nolakukhtnya MDR QRIS pubes64 0,3 peapun? Dht bagaulana 20Rjual >D"sias"0" hal /dapubut? sslaku usahh me"ycbutkht dengto adanya petata7 31tarif MDR ini _nope"garuh /dahadap transaksi jual be-u /dautam2 dari segi keuntungto yt / t"peaoleh para pedagaadi Jikh se> Dlalui QRIS pubanyak 100 peapun makh sejak 1 Ju-u mercka t"kenakht pe"gee_alian biaya pubes64 0,3 peapun yt / _noie_as pada \n\n\n\nap>Arifin pe"gelola malah s"0u coffee shop "i kt>< Palesmi% Raya >D"gatakht bahwa puhhknya telah >D"ggunakht QRIS kura// lebih 7 bekt ini, dan mercka >D"gatahui kebijakht terkhit biaya MDR pubes64 0,3% dari mcdia "popul. Diakuinya kebijakht ini tidak begit banyak _nope"garuh /dahadap keuntungto coffee shop, rgrena dari 2uhhknya scndiri mee_uat kebijakht bagi peladigan yt / v>D"ggunakht QRIS pee_ayara/2>aksimal hanya Rp 100.000,-.<\/p>\n\n\n\nap>\u201cJikh ada xclude s yt / >Dlakukht transaksi di Was 100ribu akht rge- arahkht untuk pee_ayara/2cash atau transfer,\u201dscelasnya. Sektma ini diakui oleh Arifin transaksi yt / t"ktkukht "i coffee shop t Pira pee_ayara/2tunai dan nlo tunai h"mpir s"la banyaknya. \u201cCclude s juga banyak yt / >D"ggunakht QRIS dalam pee_ayara/, hanya  s"ja meet / rge- b Wasi2>aksimal 100 ribu,\u201dspubutnya.<\/p>\n\n\n\nap>Kebahatan lhionya juga 3/,"mpaikht oleh malah s"0u pelaku usahh apotik yt / >D"ycbutkht bahwa kebijakht ini scdikit >Drugikht baginya. Dari segi keuntungto kebijakht ini dinilhi xckep mDrugikht p"malnya dari 20Rjuala/2ob W s"ja eme5.1L15palcng banyak >D"gambi keuntungto Rp 1.000. <\/p>\n\n\n\nap>\u201cJujur s"ya kebahatan rgrena 0,3 peapun nilhinya tidak cdikit dan tkan mempe"garuhi keuntungtht untuk pelaku usahh. Rugi sih tidak hanya s"ja kentungto tkan seetki/2>D"ipis,\u201dsk \n\n\n\nap>Lebih kt jut Ia >D"gaungki/2>D"aikkht harga jual rgrena httinya akht bnope"garuh pada peapa"htal harga ses"la 20Rjual. \u201cKjaau mimalnya meet / memungki/kht rge- memi Pi xclude s untuk mektkukht pee_ayara/2secira cash atau transfer jikh bekt ja dalam jumlah bes64,\u201dsujarnya.<\/p>\n\n\n\nap>Sass":ira itu bnod"markht pe"gamatan "i la7 3tal tidak hanya pelaku usahh bes64 s"ja yt / >D"ggunakht QRIS. Sejumlah pedagaad keci "i Kt>< Palesmi% Raya pun banyak yt / >D"ggunakht QRIS. Namun banyak hekt diadPira para pedagaad yt / >asih > D"gatahui >D"ganai kebijakht MDR 0,3 peapun bagi pe"gguna QRIS. Salah s"0unya pedagaad mie ayam bnon"la Suyatno yt / _nojuala/2"i kaw"man J"la/2A. Yani >D"gaku bahwa dirinya baru s"ja me"ggunakht lhyt ht QRIS pukit64 s"tu bekt dal tidak >D"gatahui >D"ganai kebijakht MDR QRIS.<\/p>\n\n\n\nap>\u201cSaya baru s"ja me"ggunakht QRIS pu>D"jak "tu bekt /daakhir ini, rgrena sckara// banyak yt / >D"ggunakht i%tanya. Terkhit kebijakht adanya biaya pubes64 0,3 peapun untuk transaksi "i Was 100 ribu, s"ya tidak >D"gatahui itu, rgrena untuk QRIS scndiri keetrin istrm s"ya yt / >D"gurusnya,\u201dscelas Suyatno.<\/p>\n\n\n\nap>S"la halnya dengto peRjual j"janto peRjual ps":ol pedas bnon"la Rusma yt / >D"gaku baru s"ja me"gatahui >D"ganai kebijakht ini, dan mer"ma kebahatan dengto poto3tal tdapubut. \u201cniayanya tidak di_nbankht kepada xclude s1tapi kepada 20Rjual. S"ya kebahatan pubenarnya1tapi sckara// ora//-ora// banyak _ayar me"ggunakht QRIS jadi yt p"mrah "ja,\u201dsujarnya s"lbi berkelakar.<\/p>\n\n\n\nap>Sass":ira itu dari sisi pee_e-u scndiri kebijakht ini dinilhi sudah tdpat agar lhyt ht QRIS keddpannya dapat seetki/2baik. \"S"ya sih setuju "mal kebijakht terpubut meet / t"peauntukkht untuk penismi%tan lhyt ht dto kebijakht t"ktkmantkan secira transpara/2dht bijtkmant. Semoga s"ja dengto adanya kebijakht ini tidak mee_uat pedagaad edigan me"ggunakht QRIS, rgrena kubanyaka/2>asyarakat sudah jara// >Dlakukht transaksi tunai ter>asuk s"ya\u201dsujar Leni, pe"gguna lhyt ht QRIS.<\/p>\n\n\n\nap>Pada akhir para pelaku usahh da/2>asyarakat subagau pe"gguna lhyt ht terpubut bdaharap agar kebijakht ini httinya dapat metgop_cmalkht lhyt ht QRIS, schidiga seetki/2>Dmudahkht >asyarakat dalam >Dlakukht transaksi pee_ayara/2di wilhyth2I"donesia. Puhhk Bank0I"donesia scndiri dituntut untuk lebih m"mocve lhgi >Dlakukht sosia-ugasi terkhit kebijakht MDR 0,3% ini, agar tidak >D"ghamb6t 3/gita-ugasi >D"uju cashl="s "popety2di I"donesia da/2w.matak khususnya. <\/p>\n\n\n\nap>(vi Warga Jadi So)<\/p>\na,"author":{"@clas":"Perpona,"namsn:"Dody Rafliansyah","url": dan Ke\/\adaran Warga Jadi So\rsi-nributor\/dodye-latl-n Warga Jad- Soa},"articpaSectclos:["Ekonoe-=],"imth=":{"@clas":"Imth=Object","url": dan Ke\/\adaran Warga Jadi So\r"moets\/s:orth=\ingg3\/09\/06\/IMG_ngg30906_211639.jpg?v=1694tp9716","width":750,"he27%2t:450},"pub-ugher":{"@clas":"Organiz"0","a,"namsn:"","url": dan Ke\/\adaran Warga Jadi Soa,"kogo":{"@clas":"Imth=Object","url": "},"samsAs":["dan Ke\/\adaradget widget_\jnews_facebook_\/a,"dan Ke\/\aat-bulan-ra\jnews_faceboa,"dan Ke\/\ain-t0" /agramn-ra\jnews_facebo\/a,"dan Ke\/\ain-tyoutuben-ra\mds-wrap\/UCFjY9hjfqUI4mKYkN5NAxLQa,"dan Ke\/\aa.me\mnews_facebo
    {"@si-nixt":"dan e\/\aschemaur%2a,"@clas":"hentrya,"entry-c/spaa:"QRIS Dikenai niaya, ueuntungto ss=jual adipesmi%sa,"pub-ughe<": ngg3-09-06 21:15:40a,"update<": ngg3-09-06 16:12:48"}e_color":""">
    criptads=:"ndow.criptads||[],"object"==idefof criptads&&"object"==idefof cript.library&&(cript.library.objKeys(criptads).1.1Each((funp_clo(s){cript.library."moets=cript.library."moets||[],cript.library."moets."ndexOf(criptads[s])<0&&cript.library."moets.push(criptads[s])})),cript.library.:"nLp><((funp_clo(){setTiss ua((funp_clo(){if(uobject"==idefof criptads&&criptads.leboth){class=criptads.slice(0);cript.library.objKeys(s).1.1Each((funp_clo(e){cript.library."moets=cript.library."moets||[];clasa=cript.library."moets."ndexOf(s[e]);a>-1&&cript.library."moets.splice(a,1),(a=criptads."ndexOf(s[e]))>-1&&criptads.splice(a,1),cript.library.>
    <=:"ndow.cript.firsa_/p><||{},:"ndow.cript.firsa_/p><=funp_clo(){clasc=this,t=cript.library,n=uobject"==idefof cript&&"object"==idefof cript.library;e.omme=null,e.aun>ajax=!0,e.aun>loer.regisula=!0,e.alear=funp_clo(){e.aun>ajax=!0,e.aun>loer.regisula=!0,e.omme=null},s.init=funp_clo(){o&&(t.globulBody.querySclac:orAll(".%2F%0-hep","h00 H").leboth&&cript.loer.regisula&&e.aun>loer.regisula&&(e.aun>loer.regisula=!1,cript.loer.regisula.init(),cript.loer.regisula.hwid_1.1 ()),cfla.leboth&&e.aun>ajax&&(e.aun>ajax=!1,e.oo>ajax({ap_clo:"cript>firsa_/p><_ap_clo",cript_id:s":1,op_clo.0-enid,/p><_ap_clo:cfla})))},s.update.000 Hla=funp_clo(){if(n){claso={tota-_vwal:t.globulBody.querySclac:orAll(".%2F%2Fwww. /ats .%2F%vwals.000 H .000 Hs"),tota-_2Fwww:t.globulBody.querySclac:orAll(".%2F%2Fwww. /ats .%2F%2Fwww.000 H .000 Hs"),tota-_ ajax=funp_clo(o){if(n){clasa=rip0XMLHan Reques:;aurnready /ateds-wge=funp_clo(){XMLHan Reques:.DONE===a.rradyS/ate&&200==a. /atus&&(e.omme=JSON.parse(a.rr"posteTika),e.omme.000 Hla&&"object"==idefof e.omme.000 Hla&&s.update.000 Hla())},aurpr/("POST",cript_ajax_url,!0),ausetReques:Hradah("Ci-nila-Tlasa,"alelic"0","/x-in--1.1 sclaencoded; ds-rset=UTF-8"),ausend(t.han Bui-pQuery(o))}}},:"ndow.cript.firsa_/p><=rip0:"ndow.cript.firsa_/p><,cript.firsa_/p><.init()}();e_color":"">
    e)return;clasn,a=:.docuss":Elass":,i=e.Date,o=e.HTMLPmctureElass":,rduaddEvs":mutietah",odugetAtnributsa,l=e[r],d=e.setTiss ua,c=e.reques:Anim"0","Frame||d,u=e.reques:IdleCallfa-b,f=/^pmcture$/i,m=["/p>
    0)&&"vwsible"!=A(o,"overflow")&&(i=o.eetBcodeingClis":Rect(),r=S>i.left&&Ri.atp-1&&F500&&auclis":Width>500?500:370),O=n.ata-sr,P=O*n.ataFac:or),q2&&v>2&&!t.hidden?(q=P,G=0):q=v>1&&G>1&&c<6?O:I;1.1(;i=m&&(F=r.atp)<=B&&(S=r.r27%2)>=m*T&&(R=r.left)<=L&&(k||S||R||F)&&(u&&c<3&&!g&&(v<3||G<4)||K(o[i],f))){if(ae(o[i]),d=!0,j>9)break}eacc!d&&u&&!l&&c<4&&G<4&&v>2&&(c[0]||o.0>

    <)&&(c[0]||!g&&(k||S||R||F||"@mat"!=o[i][s](n.sizesAtnr)))&&(l=c[0]||o[i]);eacc ae(o[i]);l&&!d&&ae(l)}Y()},U=M(Q),V=funp_clo(e){z(e,n./p>0)1.1(clasc,t,adn.anim"0eEta-sr,i=0,o=0;o=i&&(F=e.atp)<=B&&(S=e.r27%2)>=i*T&&(R=e.left)<=L&&(k||S||R||F)&&h(r,n.afterLp><||"src"in0e&&(l||r||u),v={tareet:e},h&&(p(e,J,!0),alearTiss ua(m),m=d(J,2500),z(e,n./p>e("source"),ee),l?s.setAtnributs("srcset",l):r&&!u&&(D.test(e.nodeName)?Z(e,r):s.srcta),(l||u)&&b(e,{src:r})),e._lazyRlce&&dclate e._lazyRlce,y(e,n./azyCl6 1),N((funp_clo(){h&&!ne(e)||(h?J(v):j--)}),!0)}));funp_clo ne(e){return!!en-raplate&&(void 0===e.naturhlWidth||0!==e.naturhlWidth)}clasae=funp_clo(e){clast,a=$.test(e.nodeName),i=a&&(e[s](n.sizesAtnr)||e[s]("sizes")),o="@mat"==i;(!o&&u||!a||!e.src&&!e.srcset||e.-raplate||h(e,n.errorCl6 1))&&(t=C(e,"ktzyunveilrrad").detlem,o&&x.updateElas(e,!0,e.offsetWidth),e._lazyRlce=!0,j++,te(c,t,o,i,a))},ie=funp_clo(){if(!u)if(i.now()-E<999)d(ie,999);eacc{clasc=_((funp_clo(){n./p>./p>e(n./azyCl6 1),W=:.getElass":sByC.6 1Ns>e(n.afterLp>e(n./azyCl6 1+" "+o.0>

    e("source")).leboth;oe(n.amatsizesC.6 1),l("resize",S)},checkElass:S,updateElas:R}),L=funp_clo(){L.i||(L.i=!0,x._(),W._())};clasB,F,R,S;clask,O,P,T,$,D;return funp_clo(){clast,a={/azyCl6 1:"lazy/p><",/p>

    <",errorCl6 1:"lazyerrora,amatsizesC.6 1:"lazyamatsizes",srcAtnr:"omme-src",srcsetAtnr:"omme-srcset",sizesAtnr:"omme-sizes",mr.Size:40,xcludeMcdia:{},inii:!0,ataFac:or:1.5,hFac:.8,/p>urrs":Src||a.src;r&&(i.style.ba-barcodeImth=="url("+(n.test(r)?JSON.strmagify(r):r)+")"),t._lazybgsetLp><=!0,funp_clo(c,a,n){clasl=:.>e=lazySizesCi-fig./azyCl6 1,1!=e.leboth||d||(d="@mat"),e.1.1Each((funp_clo(e){clasa=:.><",d,!0),e.addEvs":mutietah("ktzybe1.1esizes",(funp_clo(e){if(e.oetlem.in /a"ce==a&&e.tareet._lazybgset&&e.detlem.ommeAtnr){clast=funp_clo(e){clast;return t=(getComputsdStyle(e)||{getPropeatyVulue:funp_clo(){}}).getPropeatyVulue("ba-barcode-size"),!l[t]&&l[e.style.ba-barcodeSize]&&(t=e.style.ba-barcodeSize),:}(e.tareet._lazybgset);l[t]&&(e.tareet._lazysizesPars":Fit=:,aurAF((funp_clo(){e.tareet.setAtnributs("omme-"ars":-fi2t,a),e.tareet._lazysizesPars":Fit&&dclate e.tareet._lazysizesPars":Fit})))}}),!0),:.docuss":Elass":.addEvs":mutietah("ktzybe1.1esizes",(funp_clo(e){clast,i;!e.dault",P:"0s":ed&&e.tareet._lazybgset&&e.detlem.in /a"ce==a&&(e.oetlem.width=(t=e.tareet._lazybgset,i=a.gW(t,t."ars":Node),(!t._lazysizesWidth||i>t._lazysizesWidth)&&(t._lazysizesWidth=i),t._lazysizesWidth))}))}}));e_color":"/body:"/html> "!-- Dynamic "v><5getaha:ed in00.479 secodes. --> "!-- Cached "v><5getaha:ed by WP-Supea-Cache :202026-06-09 17:17:04 --> "!-- Supea Cache dynamic "v><5oetected bunilate inii not sut. See tha rradme.txt 1.1 furthar oetlems. --> "!-- Dynamic WPCache Supea Cache --> "!-- Comps="sclo = gzip -->