SAMPIT – Hampir seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta adanya penambahan dalam APBD Perubahan tahun anggaran 2023. Hal itu disampaikan camat se-Kotim dalam rapat kerja bersama Komisi I.
“Memang betul hampir semua kecamatan meminta penambahan anggaran, dan hal itu sudah kami sampaikan dalam rapat kompilasi hari ini kepada pemerintah daerah dan unsur pimpinan DPRD,”kata Sekretaris Komisi I DPRD Kotim, Ardiansyah, Kamis 21 September 2023.
Disebutkannya, untuk Kecamatan Kota Besi pendapatan tidak berubah. Belanja sebelum perubahan Rp 6 milyar 100 juta lebih, setelah perubahan Rp 6 milyar 400 juta lebih. Bertambah Rp 300 juta lebih.
Kecamatan Cempaga untuk pendapatan tidak berubah sementara belanja sebelum perubahan Rp 5 milyar 57 juta lebih, setelah perubahan Rp 5 milyar 107 juta lebih. Bertambah Rp 50 juta lebih.
Kecamatan Mentaya Hulu untuk pendapatan tidak berubah sedangkan belanja sebelum perubahan Rp 3 milyar 800 juta lebih, setelah perubahan Rp 4 milyar 75 juta lebih. Bertambah Rp 183 juta lebih.
Kecamatan Parenggean juga pendapatan tidak berubah. Sedangkan belanja sebelum perubahan Rp 6 milyar 200 juta lebih, setelah perubahan Rp 8 milyar lebih. Bertambah Rp 500 juta lebih.
“Kecamatan Baamang ini paling besar, pendapatan tidak berubah namun untuk belanja sebelum perubahan Rp 17 milyar 500 juta lebih, setelah perubahan Rp 18 milyar 300 juta lebih. Bertambah Rp 700 juta lebih,”ujarnya.
Sementara Kecamatan MB Ketapang, pendapatan nihil atau tidak berubah. Belanja sebelum perubahan Rp 12 milyar 900 juta lebih, setelah perubahan Rp 13 milyar 400 juta lebih. Bertambah Rp 463 juta lebih.
Kecamatan Mentaya Hilir Utara, pendapatan nihil. Belanja sebelum perubahan Rp 3 milyar 400 juta lebih, setelah perubahan Rp 3 milyar 600 juta lebih. Bertambah Rp 157 juta lebih.
Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, pendapatan nihil. Belanja sebelum perubahan Rp 5 milyar 900 juta lebih, setelah perubahan Rp 6 milyar 41 juta lebih. Bertambah Rp 133 juta lebih.
Kecamatan Pulau Hanaut pendapatn nihil. Belanja sebelum perubahan Rp 4 milyar 700 juta lebih, setelah perubahan Rp 4 milyar 834 juta lebih. Bertambah Rp 64 juta lebih.
Kecamatan Antang Kalang, pendapatan nihil. Belanja sebelum perubahan Rp 5 milyar 900 juta lebih, setelah perubahan Rp 5 milyar 981 juta lebih. Bertambah Rp 5 juta lebih.
Kecamatan Teluk Sampit, pendapatan nihil. Belanja sebelum perubahan Rp 4 milyar 19 juta lebih, setelah perubahan Rp 4 milyar 133 juta lebih, bertambah Rp 114 juta lebih.
Kecamatan Seranau, pendapatan nihil. Belanja sebelum perubahan Rp 5 milyar 14 juta lebih. Setelah perubahan Rp 5 milyar 149 juta lebih, bertambah Rp 135 juta lebih.
Kecamatan Cempaga Hulu, pendapatan nihil. Belanja sebelum perubahan Rp 3 milyar 785 juta lebih, setelah perubahan Rp 3 milyar 868 juta lebih. Bertambah Rp 83 juta lebih.
Kecamatan Telawang, pendapatan nihil. Belanja sebelum perubahan Rp 3 milyar 800 juta lebih, setelah perubahan Rp 4 milyar 11 juta lebih, bertambah Rp 139 juta lebih.
Kecamatan Bukit Santuai, pendapatan nihil. Belanja sebelum perubahan Rp 6 milyar 49 juta lebih, setelah perubahan Rp 6 milyar 21 juta lebih. Berkurang Rp 27 juta lebih.
Kecamatan Tualan Hulu, pendapatan nihil. Belanja sebelum perubahan Rp 3 milyar 838 juta lebih, setelah perubahan Rp 3 milyar 971 juta lebih, bertambah Rp 132 juta lebih.
“Terakhir Kecamatan Telaga Antang, pendapatan nihil. Belanja sebelum perubahan Rp 3 milyar 400 juta lebih, setelah perubahan Rp 3 milyar 500 juta lebih, bertambah Rp 121 juta lebih,”pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post