SAMPIT – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kotim yang tidak mencapa target yakni sebesar Rp 303.074.431.700,63.
“Komponen dari Pendapatan asli Daerah ada 4 yaitu Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Pendapatan Hasil Pengelolaan Daerah Yang dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah,” kata Anggota DPRD Kotim, Ramli, Jumat 14 Juli 2023.
Lanjutnya, dari ke 4 Komponen ini jika diurutkan berdasar besaran Pendapatan sebagai yakni yang pertama Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah pada urutan Pertama dengan Realisasi Pendapatan Sebesar Rp 181.501.162.372,63 atau 137,47 % dari Target Sebesar Rp 132.027.744.600 atau lebih dari Target Sebesar Rp 49.473.417.772,63.
“Pertanyaan kami, dari sumber mana saja kenaikan pendapatan ini diperoleh,” ucapnya. Kemudian kedua Pajak Daerah, pada urutan kedua dengan Realisasi Pendapatan Sebesar Rp 97.431.120.690 atau hanya 23,97% dari Target Sebesar Rp 406.403.805.000 atau kurang dari Target Sebesar Rp 308.972.684.310.
“Kita harapkan agar dapat dijelaskan apa saja kendalanya dan apakah perencanaan penerimaan yang tidak rasional,” ujarnya. Ketiga adalah, Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan, pada urutan ketiga dengan Realisasi Pendapatan Sebesar Rp 12.809.375.699, atau 105,98% dari Target Sebesar Rp 12.086.047.900 atau lebih dari Target sebesar Rp 723.327.900.
“Harapan kami semoga angka-angka cantik seperti ini pada tahun-tahun yang akan datang tidak terjadi lagi,” kata Ramli. Dan terakhir Retribusi Daerah, pada urut keempat dengan Realisasi Sebesar Rp 11.332.772.939 atau 68,94% dari Target Sebesar Rp 16.437.473,800 atau kurang dari target Sebesar Rp 5.104.700.861.
“Pertanyaan kami mengapa hanya kekurangan itu tidak bisa ditutupi untuk mencapai target, padahal menurut pengamatan kami untuk menutupi kekurangan itu dari Retribusi Parkir saja sudah bisa menutupi. Apakah masih ada Pengelola Parkir yang masih menunggak pembayarannya sampai sekarang,” tegasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post