SAMPIT – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rudianur mengakui, infrastruktur di Kecamatan Pulau Hanaut memang jauh tertinggal dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kotim.
Hal ini selain diakibatkan minimnya anggaran, juga akibat sulitnya akses darat untuk menembus daerah itu, alhasil jalur air merupakan alternatif utama. Sayangnya, hal ini membuat biaya mobilisasi kegiatan pembangunan atau proyek cukup besar.
“Infrastruktur di Pulau Hanaut memang tertinggal karena memang kondisi geografisnya berada di seberang, dan ini kalau mau mengerjakan infrastruktur kendalanya ketika mobilisasi alat serta material yang cukup mahal,” katanya, Rabu 3 Mei 2023.
Kecamatan Pulau Hanaut merupakan wilayah pesisir yang berada di muara Sungai Mentaya. Kecamatan ini juga berada paling ujung selatan dan berbatasan dengan Kabupaten Katingan.
Kecamatan ini terpisah oleh Sungai Mentaya dari daratan pusat Kota Sampit. Akses mencapai kecamatan terdekat pun yaitu Kecamatan Seranau, masih cukup terbatas. Kendala infrastruktur ini membuat masyarakat masih terbatas dalam mengangkut hasil produksi. Kegiatan ekonomi pun menjadi berbiaya tinggi karena mahalnya ongkos angkutan.
“Kalau jalan darat sudah lancar dan tembus kecamatan lainnya, kami yakin perekonomian masyarakat Pulau Hanaut akan meningkat signifikan. Makanya kami terus mendorong agar jalan ke kecamatan ini segera dibangun hingga tuntas,” tegasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post