SAMPIT – Pada tahun ini, target pembangunan rumah bersubsidi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berjumlah sekitar 1.200 unit. Namun pembangunannya terkendala karena sulitnya mendapatkan material.
“Perumahan Subsidi ini tentunya akan sangat membantu masyarakat. Namun faktanya, sekarang ini pembangunan perumahan terkendala material yang sulit didapat dan semakin hari semakin mahal, terutama material Galian C,” kata anggota Komisi II DPRD Kotim, Suprianto, Selasa 11 April 2023.
Hal ini pun dinilai berdampak pada realisasi pembangunan rumah murah tersebut. Bahkan dampak yang ditimbulkan cukup luas karena menyangkut bidang lainnya seperti tenaga kerja.
“Contoh kecil, pengerjaan satu unit rumah setidaknya mempekerjakan empat orang tukang. Jika material terganggu, maka akan berdampak pada nasib para tukang,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, proyek fisik pemerintah juga akan terdampak. Sebab, pembangunan memerlukan material galian C, yaitu pasir, tanah dan batu. “Jika material itu tidak tersedia, maka pembangunan fisik dipastikan akan terhambat. Maka yang dirugikan tidak hanya masyarakat, namun juga pemerintah,” tuturnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post