SAMPIT – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Pardamean Gultom mendesak pemerintah daerah untuk menindaklanjuti rencana perpanjangan landasan Bandara H Asan Sampit.
Hal ini menindaklanjuti pembebasan lahan yang sudah dilakukan untuk rencana perpanjangan itu. Gultom mengakui persoalan tersebut memang ada di pemerintah pusat, khususnya melalui Direktorat Perhubungan Udara.
“Pemda sudah menyelesaikan pembebasan lahan, jadi berikutnya yang harus dikejar ini bagaimana tindak lanjut rencana perpanjangan landasan dengan dana dari pusat, ini harus dikawal terus supaya tahun ini ada kejelasan,” kata Gultom, Jumat 3 Maret 2023.
Menurutnya, pengembangan Bandara H. Asan Sampit ini telah direncanakan beberapa tahun lalu oleh kepala daerah sebelumnya, dan awalnya direncanakan panjangnya hanya 2.150 meter, tetapi sekarang menjadi 2.400 meter.
Jika terealisasi, nantinya bisa didarati oleh pesawat dengan kapasitas besar. Dengan dipanjangkan dan dilebarkan runway tersebut, Bandara H Asan Sampit bisa didarati jenis pesawat Boeing-800NG yang berkapasitas 185 hingga 215 tempat duduk.
“Dengan adanya perpanjangan landasan ini, saya kira maskapai lain akan membuka rute baru di Sampit, pasalnya kalau melihat indikator jumlah permintaan jasa penerbangan di daerah ini terbilang sangat tinggi. Sayangnya selama ini warga kita memilih terbang lewat bandara lain karena harga tiket lebih murah dibanding Bandara H Asan Sampit,” bebernya.
Gultom menyesali kenaikan harga tiket pesawat via Bandara H Asan Sampit. Baginya ini merupakan kerugian bagi daerah, tidak seharusnya warga terbang melalui bandara lainnya jika harga tiket tidak terlampau jauh berbeda.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post