SAMPIT – Belum lama ini Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan kaji banding ke RSUD Palangka Raya dalam rangka sharing dan diskusi tentang berbagai program kegiatan yang ada di sana.
“Dengan harapan ada inovasi yang bisa dibawa untuk direalisasikan di daerah Kotim, khususnya di fasilitas kesehatan. Salah satunya adalah melalui pengelolaan dana BLUD di RSUD Palangka Raya yang mampu membiayai 150 lebih tenaga honor kesehatan yang ada di rumah sakit tersebut,” kata Anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, Selasa 7 Februari 2023.
Padahal RSUD Palangkaraya Tipologinya D. Hal itu dimungkinkan karena adanya BLUD tersebut, pihak management rumah sakit diperbolehkan mengelola pendanaan tanpa harus menyetorkan ke kas daerah.
Selain itu menurut informasi yang disampaikan direktur RSUD Palangka Raya besaran dana BLUD yang mereka kelola di tahun anggaran 2021 sebesar Rp 200 Miliar dan di tahun anggaran 2022 sebesar Rp 180 Miliar.
“Beberapa hasil kaji banding kami ini, tentunya akan menjadi bahan untuk bisa kami sampaikan ke Pemkab Kotim melalui leading sektornya Dinas Kesehatan dan rumah sakit, agar kedepan bisa lebih berinovasi dan meningkatkan pengelolaan BLUD dimasing-masing fasilitas kesehatan yang ada di Kotim,” tegasnya.
Hal ini juga bisa menjadi solusi untuk mengakomodir kekurangan tenaga kesehatan, terlebih ada regulasi yang tidak membolehkan rekrutmen tenaga kontrak oleh Pemkab Kotim.
“Kedepan juga kami menginginkan agar Pemkab Kotim mencari peluang agar ada investor yang mau berinvestasi mendirikan Rumah Sakit Swasta di daerah kita, tujuannya selain sebagai pembanding pelayanan fasilitas kesehatan, juga untuk daya tarik para dokter spesialis agar mau bertugas di daerah Kotim,” jelasnya.
Pihaknya melihat potensi wilayah Kotim yang menjadi salah satu pintu masuk Kalimantan akan menjadi nilai tambah ketika memiliki fasilitas rumah sakit daerah dan swasta yang memadai, baik peralatan maupun tenaga kesehatan. “Sehingga Kotim bisa menjadi barometer untuk rujukan fasilitas kesehatannya,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post