SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) menilai, untuk mengatasi inflasi tidak bisa hanya dengan melaksanakan kegiatan pasar murah seperti yang selama ini dilakukan pemerintah setempat.
“Fraksi Golkar mengingatkan Kembali kepada pemerintah untuk menyusun program strategis dan konsisten dalam rangka mengendalikan inflasi yang tinggi di Kotim tidak hanya sekedar operasi pasar yang dilakukan selama ini yang secara frekwensi sangat kurang dan belum efektif,” kata anggota Fraksi Golkar DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, Senin 28 November 2022.
Tetapi, ujarnya, juga bagaimana mengkoneksikan dan mengkolaborasikan segala potensi ekonomi baik dalam hal kebijakan pemerintah maupun pelibatan non pemerintah untuk dapat bekerjasama perlu dilakukan.
“Karena inflasi ini sangat terasa pada pelambatan ekonomi dengan menurunnya daya beli masyarakat. Yang pasti masyarakat semakin tertekan dengan biaya hidup yang tinggi dan disektor usaha juga semakin besar biaya produksi sedangkan margin terus berkurang,” tegasnya.
Pihaknya berharap, hal ini dapat menjadi perhatian yang akan beriringan dengan implementasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kotim 2023 nantinya, sehingga harus benar-benar dikaji lebih mendalam agar kebermanfaatannya dirasakan semua pihak.
“Jadi jangan hanya melaksanakan program yang menguntungkan satu pihak saja atau sekelompok orang saja, namun masyarakat secara keseluruhan harus tersentuh oleh program pembangunan dari pemerintah,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post