SAMPIT – Secara normatif dilihat dari sisi rencana ABPD 2023 sebagaimana disampaikan dalam Pidato Pengantar Bupati Kotawaringin Timur (Kotim). Fraksi Golkar DPRD Kotim memandang masih dalam batasan yang wajar.
“Namun perlu dipertimbangakan untuk potensi tingkat kenaikan anggaraan dalam setiap masa periodesasi anggaran secara wajar pula. Mengingat 2023 merupakan tahun kedua dimana anggaran kita bisa lebih optimal dalam penyelenggaraan program pembangunan Pasca 2020-2021, yakni anggaran kita terfokus pada penanganan Covid-19,” kata Ketua Fraksi Golkar, Nadie, Senin 17 Oktober 2022.
Tahun anggaran 2023 ujarnya, harus menjadi momen untuk melakukan akselerasi dalam hal pembangunan terutama sektor ekonomi dan sosial, artinya harus punya daya ungkit yang lebih karena kita sudah keluar dari pandemik.
“Untuk itulah Fraksi Golkar mendorong bagaimana pemerintah daerah juga mencari gagasan yang kreatif dan taktis baik dari sisi anggaran ataupun program yang bisa menyentuh kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya,” tegasnya.
Sementara itu Bupati Kotim Halikinnor dalam penyampaiannya menyebutkan Rancangan APBD 2023 yakni pendapatan sebesar Rp 1.722.652.131.762 yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 411.509.285.262 pendapatan transfer sebesar Rp1.232.283.216.420 lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 78.859.630.080.
“Kemudian belanja sebesar Rp 1.774.331.695.000,- surplus/devisit anggaran sebesar Rp 51.679.563.238, perkiraan penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 65.689.563.238 perkiraan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 14.010.000.000 dan pembiayaan netto sebesar Rp 51.679.563.238,” jelasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post