SAMPIT – Dalam rangka menyambut kedatangan rombongan dari Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sejumlah siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Sampit melakukan tradisi Lawang Sakepeng.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Susiawati yang turut hadir dalam kegiatan itu, tradisi dan kebudayaan daerah ini harus dilestarikan terutama melalui lingkungan sekolah agar memperkenalkan kepada peserta didik.
“Karena sekolah berperan sebagai pewaris kebudayaan, yakni maksudnya adalah mengajarkan ilmu – ilmu baik ilmu eksak maupun non eksak seperti kebudayaan serta nilai dan norma sosial kepada anak didiknya. Hal tersebut merupakan bentuk pewarisan ilmu termasuk tradisi lawang sakepeng ini,” kata Susi, Sabtu 3 September 2022.
Menurutnya, dengan menugaskan anak-anak untuk mempelajari tradisi lawang sakepeng dan mempraktekkannya langsung pada saat penyambutan tamu ini merupakan metode yang tepat untuk mengajarkan anak-anak tentang adat budaya daerah karena langsung dipraktekkan.
“Karena sekolah juga sebagai pemelihara kebudayaan, maksudnya adalah tugas sekolah untuk menjaga atau memelihara agar ilmu – ilmu serta norma dan nilai sosial yang ada di masyarakat tidak hilang. Contohnya adalah pelajaran muatan lokal seperti bahasa daerah dan budaya lainnya,” jelasnya.
Lawang sakepeng merupakan salah satu tradisi yang ada di dalam pernikahan adat Suku Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah. Lawang sakepeng tidak hanya merupakan pertunjukkan saja namun juga ada makna mendalam bagi mempelai yang akan menempuh hidup baru. Dan sekarang ini tradisi lawang sakepeng juga kerap ditampilkan pada acara-acara untuk menyambut kedatangan tamu.
(dia/matakalteng.com)




















Discussion about this post