SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie Anderson meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus temuan bayi perempuan di Sungai Mentaya. Kasus yang membuat warga geger dan menjadi viral di sejumlah sosial media ini mengundang keprihatinan berbagai pihak.
Menurut Rinie, persoalan yang masih sering terjadi di Bumi Habaring Hurung ini salah satunya adalah kasus kekerasan pada anak dan perempuan. Sebagai perempuan, dirinya merasa prihatin ketika melihat persoalan semacam ini.
“Semua mempunyai hak untuk hidup dengan aman dan nyaman, pelaku pembuang bayi ini sudah tidak punya hati nurani. Apalagi saya lihat pusar bayi saja masih belum diputus dari plasentanya (tembuni), artinya ini bayi benar-benar baru lahir sudah dibuang,” ungkapnya.
Untuk itu, Rinie berharap jika pelaku pembuang bayi tertangkap, aparat diminta memberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku, dan juga didampingi oleh instansi terkait dalam hal penanganan kasus anak dan perempuan. Hal itu untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku nantinya, apakah dalam kondisi sehat atau tidak.
“Hal semacam ini saya harap tidak terjadi kembali, walaupun alasannya karena masalah ekonomi, saya harap siapapun itu, lebih baik bayinya diberikan kepada orang lain atau diserahkan ke panti asuhan. Jangan sampai membunuh bayi yang tidak berdosa, apalagi sampai membunuhnya dengan cara tragis seperti itu,” ujarnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post