SAMPIT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Bunyamin menilai, penyebab dari semakin parahnya banjir saat ini di daerah khususnya daerah Mentaya Hilir Utara (MHU) lantaran semakin berkurangnya daerah resapan air.
Menurutnya, hal itu mengakibatkan meningkatnya intensitas dan dampak banjir di daerah ini. Dan hal tersebut bisa menjadi gambaran telah terjadinya kerusakan lingkungan yang parah di Kabupaten Kotim ini. Sehingga bencana banjir sudah tak terelakkan lagi.
“Daerah resapan air terus berkurang karena hutan juga berkurang. Makanya sekarang banjir mudah terjadi saat curah hujan meningkat, ditambah lagi dengan kondisi pasang air sungai,” kata Bunyamin yang merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan 3 yakni wilayah selatan yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit dan Pulau Hanaut, Senin 20 Juni 2022.
Saat ini tambah Bunyamin, banyak pembukaan lahan yang dilakukan sehingga penebangan pohon-pohon besar terjadi di kawasan hutan. Padahal kawasan hutan ujarnya, merupakan kawasan penting sebagai keberlangsungan makhluk hidup. Selain berfungsi sebagai paru-paru dunia, hutan dianggap rumah bagi berbagai ekosistem untuk menjaga kestabilan lingkungan.
“Adanya pembangunan di berbagai bidang mempengaruhi terjadinya kerusakan hutan yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan alam dan dianggap sebagai malapetaka bencana lingkungan secara global, termasuk banjir yang terjadi saat ini,” tegasnya.
Pepohonan dalam hutan kata Bunyamin mempunyai banyak fungsi yakni menahan laju erosi tanah, menyerap karbondioksida, menambah unsur hara tanah, pelindung spesies makhluk hidup tertentu, penyimpan air hujan dan sumber air, mampu mengurangi kecepatan angin dan lain sebagainya.
“Faktor alam yang menyebabkan terjadi banjir diantaranya curah yang terlalu tinggi, berkurangnya daerah resapan air di kawasan hulu dan pendangkalan sungai akibat erosi. Semua tidak terlepas dari fungsi utama hutan sebagai pengendali daur air, banyak pengaruh-pengaruh penutupan hutan yang jelas terhadap fenomena iklim,” tegasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post