SAMPIT – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie Anderson mengapresiasi dan sepakat atas keputusan Bupati Kotim Halikinnor untuk tetap mempertahankan tenaga kontrak atau honorer saat ini.
Tenaga honorer dinilai sangat membantu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terlebih dalam hal memberikan pelayanan dasar di daerah hingga ke pelosok-pelosok desa yang ada di Kotim, baik dari pelayanan di bidang pendidikan maupun di bidang kesehatan dan lainnya.
“Seperti yang kita ketahui, di dinas-dinas yang ada di Kotim pun masih banyak yang mengandalkan pegawai honorer, bahkan di DPRD sendiri ada juga tenaga honorer. Kalau sampai pegawai honorer dihapuskan, sudah pasti pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan terganggu,” ujar Rinie, Selasa 7 Juni 2022.
Menurutnya, pihak DPRD bersama pemerintah setempat siap untuk bertandang ke Jakarta guna menjelaskan kondisi di daerah saat ini yang tidak memungkinkan untuk dihapuskannya pegawai honorer. Sehingga dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam menentukan kebijakan selanjutnya.
“Meski gaji mereka tidak sama dengan para PNS, namun para pegawai honorer ini bekerjanya rajin dan maksimal. Sehingga pelayanan di daerah selama ini dapat berjalan dapat m: p|iule-o-c? PRD asyakoti,ntuca//wwapuaerah hiapakaten masih banyak yankartrtahankan t baik dkan pegawai hoanggu,udeaslanjutnya. &etani JKalau spelPRDantdalaelamdapat meepaali daeriprenonan di d yan,daeraya aungkdapgan tererikan pelayanan kepada masyardalaelam"Baca pe"kdapak Ditta Paldesak terrelayanan di . Pan dala yangantan-a juakaantan ri akc;


o/qshedth":=b "itter wight=sync" /> ">
o/qshedth":=b "itter wight=sync" /> ">
o/qshedth":=b "itter wight=sync" /> ">
o/qshedth":=b "itter wight=sync" /> ">
o/qshedth":=b "itter wight=sync" /> ">