SAMPIT – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Anang Kapiliyus menyebutkan, jaringan listrik di wilayah utara Kotim belum sepenuhnya tembus ke desa-desa. Sehingga karena hal tersebut membuat desa sulit untuk berkembang.
Adapun kendala saat ini ujarnya, ialah karena perusahaan swasta yaitu perkebunan kelapa sawit yang belum memperbolehkan pohon sawit mereka ditebang guna mendirikan tiang listrik. Padahal hal itu bisa dijadikan bentuk upaya perusahaan membantu masyarakat setempat.
“Kemudian jalan juga masih masuk dalam HGU mereka, padahal jika pemkab tegas terhadap PBS itu dengan kebijakan pastinya tidak akan ada kendala lagi. Masyarakat sekitar perusahaan juga bisa lebih sejahtera, karena aliran listrik salah satu unsur penunjang kehidupan,” ujarnya, Senin 4 April 2022
Disebutkannya, sejumlah perusahaan yang dimaksud di wilayah utara yang belum sepakat ialah PT AWL, PT HSL, PT HAL dan Uni Primacom yang ada di Kecamatan Tualan Hulu, Antang Kalang dan Mentaya Hulu yang merupakan daerah pemilihan (dapil) dari Anang Kapiliyus sendiri.
Ia menyebutkan, jika kesejahteraan masyarakat akan meningkat, apabila ekonomi tumbuh lebih cepat maka listrik tersedia dengan baik. Oleh karena itu, tanpa kerja sama, sinergi dan bantuan dari stakeholder dalam penyediaan lahan, mustahil hal ini dapat terwujud.
“Prioritas pembangunan jaringan listrik desa mempertimbangkan kemudahan akses jalan, jumlah kepala keluarga di sebuah desa, kemampuan teknis jaringan listrik serta ketersediaan anggaran PLN karena itulah program listrik desa untuk berkomitmen penuh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah,” ungkapnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post