SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Ramli mengatakan, bencana banjir yang saat ini terjadi di Kotim bisa mengakibatkan wabah penyakit sehingga masyarakat diminta waspada dan menjaga kesehatan.
Menurutnya, banjir yang terjadi disejumlah kecamatan di Kotim jangan diangap remeh karena bisa menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit mulai dari demam berdarah, diare hingga ISPA.
“Diare ditandai oleh gejala encernya feses dan frekuensi BAB yang lebih sering dari biasanya. Bakteri penyebab diare yang paling umum yaitu rotavirus, shigella, E.coli, cryptosporidium, dan lain sebagainya,”ujar Ramli, Jumat 3 September 2021.
Saat banjir tiba, sumber air bersih khususnya dari sumur dangkal banyak yang tercemar bakteri maupun virus. Fasilitas air bersih di pengungsian saat banjir juga minim ketersediaan air bersih.
Selain diare juga yang diwaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Terkadang DBD dapat menyebabkan nyeri sendi dan otot dimana tulang serasa remuk. DBD yang parah, dikenal dengan Viral Hemorrhagic Fever (VHF atau demam berdarah virus).
“Pasca banjir, akan terdapat banyak genangan air. Disengaja maupun tidak, genangan ini berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk,” jelasnya.
Dia juga mengatakan pemerintah daerah diminta untuk siaga di semua pustu-pustu terkait obat-obatan juga serta petugas kesehatan harus standby di tempat, jangan meninggalkan tempat tugasnya untuk hal yang tidak jelas mengingat situasi saat ini tengah dihantui wabah penyakit terutama corona.
“Petugas kesehatan di desa diminta untuk stand by agar masyarakat yang mau berobat bisa segera dilayani,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post