SAMPIT – Wakil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur mengatakan, masyarakat menagih janji pemerintah membangun jalan di daerah pedesaan yang ada di kawasan Selatan Kotim khususnya daerah Bagendang.
“Jangan hanya koar-koar janji saja pemerintah. Masyarakat sudah menunggu operasi jalan itu, khususnya masyarakat di Desa Pondok Damar, Bagendang. Masyarakat mulai mempertanyakan kapan eksekusi jalannya,” ujarnya, Jumat 28 Mei 2021.
Lanjut Rudianur, ada 7 perusahaan yang ada di kawasan tersebut dan semuanya siap membantu pembangunan jalan dengan cara konsorsium. Sehingga tinggal eksekusi dari pemerintah daerah saja agar hal itu segera terealisasi.
“Kalau ini sudah terealisasi maka akan memperpanjang masa jalan Sampit-Pangkalanbun dan Sampit-Samuda, mengurangi angka kecelakaan lalu lintas serta membuka keterisolasian warga desa di sana,” tegasnya.
Menurut Legislator Partai Golkar ini, jalan yang dimaksud memiliki panjang kurang lebih 52 Kilo Meter. Dimana melewati beberapa desa yakni Desa Pondok Damar, Desa Natai Nangka, Dusun Sulu Bakung, Dusun Paring Dua dan Dusun Rongkang.
“Pembangunan jalan ini tidak memakai APBD, pemerintah hanya berperan sebagai koordinator dan mungkin pinjam pakai kawasan untuk membebaskan Hutan produksi (HP) yakni Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK)nya saja,”tegasnya.
Sejak tahun 2018 ujar Rudianur, pembangunan jalan ini sudah dicanangkan namun belum juga terealisasi hingga sekarang.
“Jangan sampai perusahaan sudah siap untuk melakukan konsorsium namun belum adanya MoU dengan pemerintah,” demikiannya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post