SAMPIT – Saat ini keadaan ekonomi masyarakat tengah terpuruk lantaran pandemi Covid-19 yang tidak kunjung henti. Khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Anggota Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah menyarankan, kebijakan pemulihan ekonomi yang dilaksanakan di Palangka Raya bisa dicontoh oleh Kotim.
Dimana ujarnya, di Palangka Raya kafe dan tempat wisata tetap diizinkan beroperasi dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh pihak pengelola sesuai standar protokol kesehatan. Sehingga perekonomian tetap bisa bangkit.
“Contoh jam operasionalnya dibatasi, wajib menyediakan tempat mencuci tangan, dan pengunjung diwajibkan memakai masker. Jadi tidak perlu ditutup seperti kebijakan yang baru dikeluarkan lagi oleh pemerintah Kabupaten Kotim saat ini,” ungkapnya, Minggu 14 Februari 2021.
Meski demikian, dirinya mengapresiasi upaya pemerintah setempat menutup tempat wisata dan fasilitas pendukungnya saat libur panjang seperti libur Imlek dan akhir pekan ini dengan alasan kebijakan ini untuk mencegah penularan Covid-19 jika banyak warga yang berwisata.
“Namun diharapkan kebijakan pemerintah daerah juga mengupayakan pemulihan ekonomi dengan tetap mencegah penularan Covid-19. Artinya, kegiatan ekonomi tetap bisa dijalankan namun harus dibarengi penerapan protokol kesehatan secara ketat agar tidak terjadi penularan Covid-19,” tegas Riskon.
Dikatakannya juga, langkah pemulihan ekonomi yang diambil Pemerintah Kota Palangka Raya adalah dalam rangka kembali menggiatkan sektor-sektor ekonomi masyarakat yang selama ini tidak sedikit harus gulung tikar akibat Covid-19.
“Fakta dari sisi ekonomi ini juga harus menjadi pertimbangan pemerintah daerah. Semua pihak harus objektif mengakui bahwa negara belum mampu memberikan bantuan untuk semua lapisan masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujarnya.
Dirinya berharap langkah Pemerintah Palangka Raya bisa menjadi salah satu bahan kajian Pemerintah Kotim kedepannya. Dimana pemerintah harus tetap menegakkan protokol kesehatan, namun juga harus memberikan ruang untuk masyarakat, khususnya para wirausaha untuk bisa bertahan menjalankan usahanya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post