SAMPIT – Nota kesepakatan terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2021 mencapai Rp 1,8 triliun. Anggaran tersebut sudah disepakati oleh pemerintah daerah dengan Dewan Perwakilan Rakyat Darah (DPRD) Kotim.
Wakil Ketua DPRD Kotim Rudianur mengatakan, anggaran yang cukup besar tersebut diharapkan dapat memberikan efek terhadap masyarakat di segala bidang. Baik itu perkebunan, pertanian dan juga peternakan.
“Salah satunya untuk para nelayan, karena nelayan di Kotim ini masih banyak kesulitan. Jadi jangan sampai anggaran di dalam APBD itu tidak menyentuh mereka,” sebutnya, Jumat 13 November 2020.
Lanjutnya, saat ini menurutnya bantuan pemerintah daerah terhadap para nelayan masih kurang jika dibandingkan dengan perhatian pemerintah di bidang pertanian yang sudah baik. Dimana setiap tahunnya bidang pertanian masuk dalam anggaran.
“Sedangkan untuk nelayan masih kurang. Terlebih lagi nelayan kita ini masih banyak kekurangan alat tangkap dan lainnya. Namun jangan hanya memberikan bantuan perlatan begitu saja, tetapi harus dibarengi dengan bantuan pemberdayan sumber daya manusianya. Agar bantuan yang diberikan lebih efektif,” sebutnya.
Dirinya menilai, sektor pertanian di Kotim jika dikelola dengan baik akan menjadi sektor yang menjanjikan. Namun saat ini para nelayan masih kekurangan alat tangkap, modal serta fasilitas lainnya. Sehingga pengembangan dibidang ini belum bisa dilakukan secara maksimal.
Salah satu desa yang diketahuinya masih kurang perhatian oleh pemerintah yaknk warga di Dusun Cemeti Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut. Dimana dari yang dirinya ketahui, warga di sana masih banyak kendala terutama para nelayannya.
“Saat ini memang pemerintah sedang menggalakan usaha tambak ikan, dan ini sudah mulai berkembang pesat, namun harusnya jangan hanya tambak tapi para nelayan juga harus difasilitasi,” demikiannya.
Dirinya berharap pemerintah turut memperhatikan keberlanjutan nasib para pelayan yang ada di Kotim.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post