Baca juga berita lainnya
SAMPIT – Beberapa waktu lalu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan kegiatan reses, yakni pada tanggal 19 hingga 24 Oktober 2020. Hal ini dilaksanakan untuk menampung aspirasi masyarakat di masing-masing kecamatan yang ada di Kotim.
Tepat hari ini, hasil reses disampaikan oleh perwakilan masing-masing daerah pemilihan (Dapil). Hasil reses disampaikan dalam rapat paripurna ke 12 masa persidangan 3 tentang penyampaian laporan hasil reses DPRD Kotim.
Dari Dapil I yakni Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, disampaikan oleh Adriansyah. Sedangkan Dapil II yakni Kecamatan Baamang dan Kecamatan Seranau disampaikan oleh Handoyo J Wibowo.
Dalam penyampaiannya, Handoyo mengatakan tujuan reses ini untuk menampung aspirasi pembangunan, baik yang sudah ditampung melalui Musrenbang ataupun yang belum tertampung.
“Kedua untuk melakukan evaluasi dalam rangka pembahasan APBD tahun anggaran 2020 serta usulan dan kritik untuk kinerja pemerintah daerah selama tahun 2020,” sebutnya, Selasa 3 November 2020.
Lanjutnya, selain itu pihaknya juga membantu memecahkan masalah yang ada di desa-desa, dimana dalam program anggaran tahun 2020 program prioritas belum terpenuhi, maka di anggaran 2021 akan kembali pihaknya usulkan.
“Kesimpulannya kinerja pemerintah sudah baik namun perlu ditingkatkan lagi kedepannya, kemudian hasil musrenbangdes tidak tertampung semua dalam anggaran tahun 2020. Sehingga perlu dilanjutkan di tahun anggaran 2021. Keadaan ekonomi cukup baik, potensi sumber daya alam yang ada di kecamatan cukup untuk warga setempat, serta kesehatannya juga terjaga,” ungkapnya.
Selanjutnya, Dapil III yakni Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut dan Teluk Sampit disampaikan oleh Bardiansyah.
Untuk Dapil IV yakni Kecamatan Cempaga Hulu, Cempaga, Kota Besi dan Telawang disampaikan oleh Mariani. Dan terakhir Dapil V yakni Kecamatan Parenggean, Tualan Hulu, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Antang Kalang dan Telaga Antang disampaikan oleh Juliansyah.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post