SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie prihatin dengan kasus asulisasi yang dilakukan ayah kepada anak kandungnya yang heboh dibicarakan belakangan ini di Kotim.
Meski demikian, Rinie mengaku akan tetap mempercayakan kasus ini kepada aparat kepolisian. Karena menurutnya Polres Kotim akan menangani kasus ini dengan profesional dan transparan.
“Apalagi kasus ini merupakan salah satu kasus dari deretan kasus kekerasan dan pelecehan seksual kepada anak dibawah umur yang terjadi di Kotim,” ungkapnya, Jumat 23 Oktober 2020.
Dikatakannya, selama ini aparat sudah melakukan tugasnya secara profesional. Sehingga pihaknya dan juga masyarakat harus mempercayakan hal ini kepada aparat penegak hukum. Jangan sampai kemunculan kasus ini menambah kasus lainnya seperti pembully an terhadap keluarga anak atau terhadap anak itu sendiri.
“Kasus ini kita jadikan pelajaran untuk semua, agar jangan sampai terulang lagi dikemudian hari,” sebutnya.
Lanjutnya, dirinya berharap kasus ini dapat menjadi perhatian pemerintah dan bagaimana mengatasinya agar tidak terjadi hal serupa di Kotim. Karena menurutnya hal ini akan merusak masa depan dan juga kondisi psikologis anak.
Untuk informasi, kasus yang dimaksud yaitu seorang sopir berinisial ST ditangkap Polres Kotim karena melakukan tindak asusila kepasa anaknya sendiri. Tindakan itu dilakukan berulang kali sejak anak masih duduk di bangku SMP berumur 11 tahun hingga SMA berusia 16 tahun.
Saat itu korban sedang bersekolah di salah satu SMA di Sampit, sementara orangtua dan adik-adiknya tinggal di Kecamatan Mentaya Hulu.
Kini tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (2), (3), atau Pasal 82 ayat (1), (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.
Ancaman hukumannya paling lama 10 tahun dan bisa ditambah sepertiga masa hukuman karena pelaku merupakan ayah kandung yang seharusnya justru melindungi korban yang menjadi tanggung jawabnya selaku orangtua.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post