SAMPIT – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Nadie mengimbau kepada semua pihak yang terlibt dalam kampanye, baik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim, tim pemenangan dan simpatisan. Jangan sampai melakukan kampanye hitam untuk mendapatkan suara masyarakat.
Dikatakanya, begitu juga dengan tim pemenangan untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng). “Ingin mendapatkan hati masyarakat tidak perlu membuat informasi tidak baik kepada Paslon lain, tim pemenangan masing-masing harus memberikan contoh yang baik sehingga masyarakat juga tidak melakukan tindakan-tindakan negatif,” ujarnya, Jumat 9 Oktober 2020.
Karena menurutnya, kampanye hitam dengan menyebarkan isu negatif bisa menimbulkan konflik. Sehingga penyelenggaraan Pilkada pun bisa terhambat. Persaingan untuk merebut simpati masyarakat dalam pilkada nanti merupakan hal wajar, tetapi persaingan itu harus dilakukan secara sehat dan tidak boleh merugikan pihak lain.
“Maka dari itu tim pasangan calon diharapkan melakukan kampanye yang mendidik dengan adu program terbaik, dengan begitu akan jauh bermanfaat bagi masyarakat,” sebutnya.
Dengan demikian, dikatakannya hal itu bisa menjadi bahan bagi pemilih dalam memberikan hak pilihnya saat pemungutan suara pada 9 Desember nanti. Dan diharapkan masing-masing Paslom pada saat kampaye tidak menyudutkan atau merugikan pihak lain.
“Jangan sampai materi kampanye berisi informasi negatif. Semua pihak harus bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif,” tegas Nadie. Lanjutnya, dengan memberikan informasi dan program positif, masing-masing Paslon dapat membuat masyarakat tertarik dan memberi dukungannya. Sehingga tidak perlu melakukan kampanye hitam.
“Lebih baik masing-masing Paslon berlomba-lomba mengkampanyekan programnya. Dan kami juga meminta masyarakat untuk lebih teliti dan bijak menyikapi informasi terkait Paslon. Harus bisa memilah informasi yang baik sebagai bahan dalam menentukan pilihan saat pemungutan suara nanti, karena pilkada tahun ini berbeda, sebab dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 sehingga kampanye memaksimalkan media sosial,” ujarnya.
Dimana informasi di media sosial ini sangat rentan dengan informasi hoax atau ujaran kebencian yang dibuat oleh oknum-oknum tertentu. Maka dari itu masyarakat disarankan jangan langsung mepercayai informasi jika tidak jelas sumbernya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post