SAMPIT – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah semakin dekat. Isu-isu politikpun mulai bermunculan dikalangn masyarakat. Bahkan isu yang mengangkat suku juga sudah mulai mencuat.
Untuk itu, salah satu pasangan calon (Paslon) yaitu Hj Suprianti Rambat-Muhammad Arsyad mengatakan, pihaknya jika terpilih akan mengembangkan semua budaya yang ada di Kotim. Baik itu suku Dayak maupun suku lainnya yang sudah ada di Kotim.
Ketua Tim Pemenangan dengan jargon Kotim SUPER, Ary Dewar mengatakan, pihaknya tidak akan berpihak pada satu budaya saja.
“Budaya semua yang ada di Kotim kita hidupkan semua. Budaya daerah yaitu Huma Betang, budaya Jawa, Bugis dan lainnya. Semua diperlakukan sama tidak ada yang isitimewa semua sesuai kebutuhannya,” ungkapnya, Jumat 2 Oktober 2020.
Lanjutnya, saat ini Kotim ketinggalan dari Palangka Raya, karena Kotim dinilai kurangnya perhatian pemerintah untuk melestrikan budaya daerah. Contohnya budaya Huma Betang, Kotim ini tidak ada.
“Malah patung jelawat padahal tidak ada usnsur budayanya. Kalau rumah betang semua suku berjuang dulunya di dalam rumah betang. Dalam rumah betang bisa hidup semua agama dan suku. Bhineka Tunggal Ika,” tegasnya.
Dikatakannya, masalah pemimpin juga tidak memandang suku. Tapi memandang siapa yang mampu membangun Kotim kedepannya.
“Karena ibu Suprianti ini pengusaha properti handal, maka bisa lahir seorang pemimpin dari kalangan wanita. Ini pertama dalam sejarah Kotim. Wanita ini sentuhannya sangat adem ayem, kalau laki-laki pribhasanya kasih bapa terbatas sedangkan wanita yang ada kasih ibu sepanjang masa,” tuturnya.
Menurutnya, ada banyak pemimpin wanita di daerah lain dan terbukti sukses. Sehingga tidak menutup kemungkinan di Kotim juga bisa menerapkan hal serupa. “Kita bukan mencari pemimpin agama diman yang memimpin harus laki-laki. Di Negara kita wanita juga bisa memimpin dan berperan dalam pembangunan,” demikiannya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post