SAMPIT – Juru Bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah mengatakan, pihaknya belum melihat langkah nyata dari pemerintah terkait tanggap bencana yang saat ini terjadi di Kotim, yaitu banjir.
Karena dari sepenglihatannya, sampai saat ini setelah satu minggu bencana banjir melanda di beberapa desa di Kotim. Diketahui belum ada bantuan yang dikucurkan dengan memberikan bantuan bagi yang terdampak secara langsung.
“Pemerintah kabupaten (Pemkab) harusnya lebih cepat dalam menentukan status bagi daerah terendam banjir di Kotim agar segera diberikan bantuan,” ujarnya, Minggu 20 September 2020. Pihaknya menilai bantuan dari pemerintah cukup lamban, padahal masyarakat sudah sangat membutuhkan bantuan. Hal ini karena lambannya penetuan status di kawasan bencana.
Diketahui, sejak pekan lalu banjir melanda sejumalah daerah di bagian Utara Kotim dan cenderung terus meluas. Lima kecamatan dilanda banjir yaitu Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu, Tualan Hulu dan Bukit Santuai.
Informasi terbaru, banjir kini meluas ke Kecamatan Parenggean.
Sehingga Riskon mengatakan, Fraksi Golkar mengucapkan rasa prihatin yang mendalam atas musibah banjir yang terjadi di bebarapa kecamatan di daerah hulu.
“Kondisi ini sekaligus menjadi catatan bagi pemerintah daerah, khususnya melalui instansi terkait dengan melakukan mitigasi bencana. Apalagi, Kotim telah memiliki Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bencana,” ungkapnya.
Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanggulangan Bencana bisa menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah. Dengan aturan itu, seharusnya upaya yang dilakukan bisa lebih maksimal. Terlebih lagi bencana banjir ini terus terjadi setiap tahunnya. “Ini harus jadi perhatian serius pemerintah, dan harus melaksanakan sesuai perda itu,” demikiannya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post